Presiden Prabowo Rilis BPGMN, Bikin Strategi Anti-Karhutla Berbasis Desa!

Editor: Anri Syaiful
Jumat, 25 September 2026 | 12:31 WIB
Presiden Prabowo Rilis BPGMN, Bikin Strategi Anti-Karhutla Berbasis Desa!
Presiden Prabowo Subianto berdiskusi dengan akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/09/2026), bahas penanganan lahan gambut. [Timpres]

astakom.com, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia akhirnya dapat perlakuan next level. Presiden Prabowo Subianto resmi mengambil langkah taktis dengan memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Langkah besar ini diambil usai Presiden RI memimpin sesi diskusi intensif bareng para akademisi dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026.

Langkah ini bukan cuma sekadar formalitas, tapi jadi sinyal kuat kalau pemerintah mulai fokus penuh ke aksi pencegahan berbasis sains dan pemberdayaan masyarakat lokal.

BPGMN: Lembaga baru yang "direct" di bawah Presiden

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa pembentukan BPGMN menjadi salah satu poin paling krusial dari hasil pertemuan di Istana. Badan ini dirancang khusus untuk memprioritaskan tindakan pencegahan karhutla, terutama di titik-titik rawan kawasan gambut.

Hebatnya lagi, BPGMN bakal berada direct di bawah komando Presiden dan diisi oleh jajaran ilmuwan serta praktisi profesional.

“Salah satu keputusan yang penting terutama di bidang kehutanan dan terkait dengan karhutla adalah Bapak Presiden sudah mengambil keputusan akan mendirikan satu badan yang disebut sebagai Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional atau disingkat dengan BPGMN,” ujar Raja Juli, dikutip astakom.com pada Jumat (25/09/2026).

Langkah ini diambil karena pemerintah menyadari betul kalau pola pemadaman yang reaktif cuma membuang energi dan anggaran.

“Tujuannya adalah melakukan pencegahan. Karena semua sadar bahwa pencegahan adalah jauh lebih penting, lebih efektif, dan lebih efisien ketimbang tindakan-tindakan yang bersifat reaktif, reaksioner,” katanya.

Gak cuma itu, BPGMN juga dipastikan bakal disokong anggaran yang memadai. Fokus utamanya menyasar enam provinsi pemilik kawasan gambut krusial, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Raja Juli juga menambahkan kalau inisiatif ini membuktikan fleksibilitas kepemimpinan Presiden dalam menerima gagasan dari para pakar.

“Ini adalah satu inisiatif yang baik dan ini sekaligus menunjukkan keterbukaan Bapak Presiden menerima masukan evaluasi bahkan kritik dari para ilmuwan,” tuturnya.

Gunakan AI dan teknologi canggih buat "early detection"

Dari sisi riset dan teknologi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan bahwa Presiden memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi para ilmuwan. BRIN sendiri memegang peran vital untuk memfasilitasi BPGMN dalam mendeteksi ancaman kebakaran lebih cepat lewat penguatan sistem early warning dan pemantauan titik panas (hotspot).

“BRIN diminta untuk mendukung keberadaan dan peran dari badan ini khususnya dalam hal bagaimana kita melakukan deteksi dini, deteksi hotspot dan selama ini kami juga sudah melakukan itu dan sudah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan. Dan sekarang ini kita akan terus perbarui dengan AI yang semakin canggih untuk bisa mengantisipasi kebakaran hutan lebih dini lagi,” ujar Arif.

Gak cuma mengandalkan kecerdasan buatan, berbagai inovasi teknis juga disiapkan di lapangan. Mulai dari penerapan water injection, penyediaan pompa di area desa, hingga penggunaan bahan alternatif yang lebih efektif untuk proses pemadaman.

Pencegahan presisi berbasis desa: Percaya sama potensi lokal

Bukan cuma soal teknologi tinggi, pendekatan yang diusung BPGMN juga sangat humanis. Presiden Prabowo menekankan pentingnya strategi pencegahan presisi yang dimulai dari tingkat desa. Lewat wadah seperti kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), warga lokal bakal ditempatkan sebagai garda terdepan.

“Pak Presiden juga menegaskan bahwa pendekatan pencegahan ke depan itu berbasis pada pencegahan presisi berbasis desa. Jadi pencegahan presisi berbasis desa itu menunjukkan bahwa Presiden percaya masyarakat desa memiliki sense of belonging yang sangat tinggi terhadap sumber daya yang ada di sekitarnya,” katanya. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gak cuma gimmick, Presiden Prabowo resmi ngerilis BPGMN buat upgrade strategi anti-karhutla jadi jauh lebih next level, fokus ke pencegahan presisi berbasis desa yang dibantu AI canggih BRIN plus spill solusi ekonomi kaya budidaya sagu, kopi, dan hortikultura biar warga lokal tetap cuan sambil jagain gambut.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Karhutla Diskusi Akademisi Kebakaran Lahan Gambut Penanganan Karhutla BPGMN

Infografis

Terkini