BGN Pastikan Pemulihan Penerima Manfaat dan Investigasi Kejadian Keracunan di Batang Berjalan

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 25 September 2026 | 16:35 WIB
BGN Pastikan Pemulihan Penerima Manfaat dan Investigasi Kejadian Keracunan di Batang Berjalan
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana [Dok. BGN]

astakom.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kejadian ini menimpa warga setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu, 23 September 2026.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, nitegasin kalau keselamatan warga itu nomor satu dan nggak bisa ditawar. Kasus kayak gini harus langsung disikat habis.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan empati kepada seluruh penerima manfaat dan keluarga yang terdampak. kami pastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan dengan baik dan kondisi mereka terus dipantau,” ujar Ketut di Jakarta, dikutip dari laman resmi BGN, Jumat (25/09/2026).

Jamin korban tertangani

BGN menjamin semua penerima manfaat yang kena dampak sudah langsung ditangani di berbagai fasilitas kesehatan.

Berdasarkan laporan resmi sampai Kamis (24/09/2026) pukul 03.00 WIB, tercatat ada 219 orang yang terdampak. 

Rinciannya, 132 orang harus menjalani rawat inap dan 87 orang rawat jalan yang tersebar di tujuh fasilitas kesehatan. Angka ini masih terus di-update sesuai pendataan dan koordinasi di lapangan.

SPPG kena suspend berat

Nggak pakai lama, BGN mengambil langkah tegas buat mencegah hal serupa. SPPG Batang Bawang Bawang resmi dihentikan sementara dengan kategori suspend berat demi investigasi mendalam. 

Nggak cuma itu, BGN juga langsung mencopot Kepala SPPG Batang Bawang Bawang dari posisinya.

“Kami sudah melakukan suspend dengan katagori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, disamping adanya adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat, sehingga kita juga akan melakukan evaluasi secara penyeluruh, serta melakukan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait,” ujar Ketut.

Ditemukan pelanggaran SOP dan kebersihan

Dari hasil pemeriksaan awal, ternyata ditemukan beberapa pelanggaran SOP yang cukup krusial. Salah satunya, waktu pengolahan telur yang kejauhan, dimasak jam 19.30 WIB lalu dipanaskan ulang jam 02.30 WIB.

Selain masalah jam masak, kebersihan di beberapa sudut area SPPG juga dinilai red flag dan butuh perhatian khusus. Meski begitu, temuan ini masih diusut dan belum jadi kesimpulan akhir penyebab utama keracunan.

“Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” tegas Ketut.

Komitmen usut tuntas sampai akar

BGN kini menggandeng Pemerintah Kabupaten Batang, faskes setempat, dan Tim Satgas MBG Kabupaten Batang supaya penanganan korban dan proses investigasi bisa berjalan padu.

Nantinya, hasil evaluasi bakal menentukan nasib SPPG tersebut ke depan, termasuk sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran standar keamanan pangan.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Ketut. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Kasus dugaan keracunan MBG di Batang jadi alarm serius buat BGN untuk memperketat pengawasan keamanan pangan. Sebanyak 219 penerima manfaat terdampak, dengan 132 orang menjalani rawat inap dan 87 lainnya rawat jalan. BGN pun langsung men-suspend berat SPPG terkait, mencopot kepala SPPG, serta menggandeng Pemkab Batang dan tim kesehatan untuk mengusut dugaan pelanggaran SOP hingga akar masalahnya.

BGN Badan Gizi Nasional Keracunan Makan Bergizi Gratis MBG Batang

Infografis

Terkini