Kemenhub Prioritaskan Keselamatan Penerbangan di Tengah Dampak Asap Karhutla

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 23 September 2026 | 10:31 WIB
Kemenhub Prioritaskan Keselamatan Penerbangan di Tengah Dampak Asap Karhutla
Kemenhub Prioritaskan Keselamatan Penerbangan di Tengah Dampak Asap Karhutla [Dok. Kemenhub]

astakom.com, Jakarta – Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ikut memengaruhi aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus mengecek kondisi jarak pandang dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, dengan keselamatan penerbangan sebagai pertimbangan utama.

Melansir keterangan resmi Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub pada Selasa (22/09/2026), pemantauan dilakukan bersama Kantor Otoritas Bandar Udara, pengelola bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, dan instansi terkait.

409 penerbangan terdampak

Selama 14–20 September 2026, tercatat 409 penerbangan terdampak di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan. Dari jumlah itu, 141 penerbangan mengalami keterlambatan, 254 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sedangkan 14 penerbangan dialihkan.

Jumlah tersebut naik dibandingkan periode 7–13 September 2026 yang mencatat 159 penerbangan terdampak. Kemenhub menyebut penurunan jarak pandang akibat asap Karhutla menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan asap Karhutla dapat membuat jarak pandang di sekitar bandar udara menurun. Jika kondisi tersebut berada di bawah batas minimum operasional, keputusan terhadap penerbangan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan pertimbangan keselamatan.

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Apabila kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, maka penerbangan dapat mengalami keterlambatan, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan sesuai hasil evaluasi kondisi di lapangan dan pertimbangan keselamatan,” kata Lukman.

Kalimantan tengah tertinggi

Dari sebaran wilayah, Kalimantan Tengah mencatat dampak paling banyak dengan 201 penerbangan. Rinciannya terdiri dari 79 keterlambatan, 121 penerbangan dibatalkan atau ditunda, dan satu penerbangan dialihkan.

Kalimantan Timur menyusul dengan 138 penerbangan terdampak, terdiri dari 48 keterlambatan, 77 pembatalan atau penundaan, serta 13 pengalihan. Sementara Kalimantan Utara mencatat 70 penerbangan terdampak, dengan 14 keterlambatan dan 56 pembatalan atau penundaan.

Pada periode tersebut, jarak pandang terendah tercatat sekitar 50 meter di beberapa bandar udara, termasuk Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar, Bandara Haji Muhammad Sidik, dan Bandara A.P.T. Pranoto. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap operasional penerbangan karena penerbangan tetap harus memenuhi ketentuan keselamatan dan batas minimum operasional.

Di Kalimantan Barat, dampak asap juga terpantau pada 21 September 2026. Di Bandara Supadio Pontianak, sejumlah penerbangan terlambat selama 42 hingga 195 menit. Ada pula penerbangan yang dibatalkan karena jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional.

Pada pukul 21.30 WIB, Bandara Supadio masih berstatus open dengan jarak pandang sekitar 1.100 meter. Bandara Rahadi Oesman Ketapang juga mencatat penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca. Sementara itu, beberapa penerbangan di Bandara Singkawang dibatalkan karena alasan operasional, meski bandara masih berstatus opendengan jarak pandang sekitar 1.000 meter.

Bandara Tebelian Sintang dan Bandara Pangsuma Putussibau juga berstatus open, masing-masing dengan jarak pandang sekitar 700 meter. Saat pemantauan dilakukan, tidak ada jadwal penerbangan di kedua bandara tersebut.

Keselamatan jadi pertimbangan

Ditjen Perhubungan Udara bersama Kantor Otoritas Bandar Udara dan stakeholder penerbangan terus memantau jarak pandang, mengatur koordinasi operasional, dan melakukan evaluasi secara berkala.

“Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, serta instansi terkait untuk memastikan operasional penerbangan dapat berjalan dengan tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, keteraturan, dan kelancaran penerbangan,” jelas Lukman.

Selain memantau penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara juga berkoordinasi dalam penanganan Karhutla, termasuk patroli udara dan operasi water bombing. Kegiatan tersebut tetap dikoordinasikan dengan pengelola bandara dan penyedia pelayanan navigasi penerbangan agar aspek keselamatan penerbangan tetap terjaga.

Untuk penumpang yang terdampak keterlambatan atau pembatalan, maskapai wajib memberikan pelayanan dan memenuhi hak penumpang sesuai aturan yang berlaku. Bentuknya dapat berupa kompensasi, reschedule, atau full refund, sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.

Ditjen Perhubungan Udara juga mengimbau masyarakat untuk mengecek informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara sebelum bepergian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi penerbangan dari maskapai dan bandar udara sebelum berangkat. Perubahan kondisi cuaca dan jarak pandang dapat terjadi secara dinamis, sehingga penyesuaian operasional penerbangan dapat dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan,” tutup Lukman. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Asap Karhutla bisa bikin kondisi jarak pandang berubah dan berdampak pada jadwal penerbangan. Jadi, kalau punya penerbangan di wilayah terdampak, cek update dari maskapai dan bandara sebelum berangkat.

DJPU Kemenhub kemenhub Karhutla Penerbangan Terdampak Keamanan Penerbangan Penerbangan Kebakaran Hutan dan Lahan

Infografis

Terkini