ISPUNET KLH/BPLH Pantau Kualitas Udara Real Time Saat Karhutla, Update Tiap 30 Menit
astakom, Jakarta – Kondisi udara di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa berubah dalam waktu singkat. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyediakan layanan informasi kualitas udara melalui ISPUNET yang dapat menjadi rujukan masyarakat untuk melihat kondisi udara terkini.
Pemantauan ini dilakukan untuk membantu masyarakat mengetahui perubahan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas, terutama ketika kondisi udara mulai memburuk. KLH/BPLH menyebut informasi melalui ISPUNET diperbarui secara berkala sehingga kondisi udara dapat dipantau secara lebih aktual.
Melansir dari keterangan resmi KLH/BPLH pada Minggu, (20/09/2026), layanan ISPUNET diperbarui setiap 30 menit.Hal tersebut disampaikan Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH/BPLH Edward Nixon Pakpahan dalam Konferensi Pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta.
ISPUNET update setiap 30 menit
KLH/BPLH menjelaskan pembaruan data secara berkala diperlukan karena kondisi kualitas udara tidak selalu tetap. Perubahannya dapat berkaitan dengan perkembangan titik api, arah angin, hingga kondisi atmosfer di suatu wilayah.
Dengan pembaruan tersebut, masyarakat dapat mengecek kondisi udara di wilayahnya tanpa hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Data kualitas udara yang tersedia menjadi salah satu rujukan untuk mengetahui kondisi terkini sebelum menentukan aktivitas di luar ruangan.
Edward Nixon Pakpahan mengatakan pemantauan real time menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan informasi kualitas udara yang valid bagi masyarakat.
“KLH/BPLH itu sudah fokus bagaimana menyiapkan informasi kualitas udara yang valid dan real time. Jadi, masyarakat bisa melihat kondisi kualitas udara di wilayahnya secara real time, karena kualitas udara ini bisa berubah-ubah. Dengan melihat informasi tersebut, masyarakat bisa menyesuaikan aktivitasnya, terutama kalau kondisinya sudah tidak sehat,” jelas Edward Nixon Pakpahan dalam konferensi pers tersebut.
Cek kondisi udara sebelum beraktivitas
Di tengah kondisi karhutla, perubahan kualitas udara perlu diperhatikan karena paparan asap dapat membuat aktivitas di luar ruangan menjadi kurang aman, terutama ketika kondisi udara sudah tidak sehat.
KLH/BPLH mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan memperbanyak aktivitas di dalam rumah. Perhatian juga perlu diberikan kepada kelompok rentan yang lebih berisiko terdampak ketika kualitas udara memburuk.
Karena itu, mengecek informasi kualitas udara sebelum beraktivitas bisa menjadi langkah sederhana untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi udara terbaru di wilayah masing-masing.
Jangan cuma andalkan info medsos
Informasi mengenai kualitas udara juga perlu dibedakan dari berbagai unggahan yang beredar di media sosial. Kondisi karhutla dapat berubah cepat, sehingga informasi yang sudah lama beredar belum tentu menggambarkan keadaan terbaru.
Melalui ISPUNET, masyarakat memiliki akses terhadap informasi kualitas udara yang diperbarui secara berkala oleh KLH/BPLH. Dengan begitu, masyarakat dapat menggunakan data resmi sebagai salah satu rujukan ketika ingin mengetahui kondisi udara di wilayahnya. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Lagi ada asap karhutla di sekitar wilayahmu? Jangan cuma mengandalkan info yang lewat di timeline. Cek kondisi udara melalui layanan resmi ISPUNET KLH/BPLH, apalagi datanya diperbarui setiap 30 menit, supaya aktivitas di luar rumah bisa disesuaikan dengan kondisi udara terbaru.









