El Nino Bikin 50K Hektare Lahan Kering, Mentan Spill Jurus Amankan Pangan
Reporter Usman
astakom.com, Jakarta - Anomali cuaca dan dampak puncak kemarau El Nino ngasih dampak yang terasa banget di sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman ngespill kalau ada sekitar 50.000 hektare lahan pertanian telah terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
Meski begitu, dia bilang kalau kondisi itu masih dalam batas aman dan belum mengganggu produksi pangan nasional.
"Kekeringan yang masuk mungkin sekarang ya estimasi 50 ribuan hektar. Tapi itu masih posisi aman. Kita lihat dari BPS produksi kita masih aman," kata Andi Amran kepada awak media di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan dikutip astakom.com pada Selasa (15/09/2026).
Siapkan langkah taktis
Dia bilang, lahan yang terdampak kekeringan itu kebanyakan ada daerah upland atau wilayah dengan kondisi geografis yang lebih tinggi. Letaknya di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Sebagai upaya mengantisipasi dampak kekeringan, Andi Amran bilang kalau pemerintah udah siapin sejumlah langkah taktis.
"Solusinya adalah kita pompanisasi, kemudian irigasi, irpom (irigasi pompa), sumur dalam, sumur dangkal," kata Andi Amran.
Spill cara amankan produksi
Mentan bilang kalau pemerintah juga fokus melakukan penanaman di wilayah yang punya jaringan irigasi. Perbaikan irigasi yang udah dilakukan yaitu antara 3-4 juta hektare lahan.
Selanjutnya, Mentan juga bilang kalau pihaknya udah melakukan pembenihan yang lebih tahan terhadap kekeringan serta metode budidaya yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas.
"Caranya adalah yang pertama, benih tahan kekeringan. Yang kedua, metode baru yang produksinya bisa 10 ton, 12 ton. Metode AAS (Modern - Advanced Agricultural System)," kata Mentan Amran.
Metode manjur
Dia ngespill penerapan metode itu udah menunjukkan hasil produksi sekitar 8-13 ton, dengan rata-rata mencapai 10 ton. Sementara pada lahan yang memiliki sumber air, pemerintah bakal memperkuat pasokan melalui pompa.
Amran juga pastiin ketersediaan beras masih mencukupi meski Indonesia menghadapi El Nino. Dia memperhitungkan standing crop atau tanaman yang saat ini masih berada di lahan, serta stok beras yang tersedia di masyarakat dan Bulog.
"Standing crop adalah kurang lebih 3 hampir 4 juta, 3,8 juta. Standing crop artinya yang tanaman berdiri sekarang. Kemudian, ada beras di hotel, mereka hotel, restoran, dan rumah-rumah seluruh Indonesia," katanya.
Stok beras bulog aman
Selanjutnya, dia juga bilang stok beras di Bulog mencapai sekitar 2,6 juta ton. Dengan kebutuhan sekitar 2,6 juta ton per bulan, stok dan produksi yang ada dinilai masih mampu menopang kebutuhan hingga memasuki periode panen berikutnya.
"Kalau 2,6 juta per bulan, berarti 10 bulan kan? 10 bulan ke depan, sekarang September ya? Oktober, November, Desember, Januari, Februari. Overlap. Panen puncak di Maret lagi. Jadi aman," ungkapnya. (Usm/Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
El Nino mulai bikin sekitar 50 ribu hektare lahan pertanian terdampak kekeringan, tapi Mentan Amran memastikan kondisinya masih aman dan belum ganggu produksi pangan nasional. Pemerintah gaspol lewat pompanisasi, perbaikan irigasi, benih tahan kering, sampai metode AAS yang bisa dorong produksi hingga 8–13 ton. Stok beras Bulog sekitar 2,6 juta ton plus standing crop 3,8 juta ton juga dinilai cukup menopang kebutuhan sampai panen raya berikutnya.








