Update Pencarian Hari Ke-8 Jurnalis Hilang Kontak: Tim Basarnas Bengkulu Dikerahkan
astakom.com, Jakarta - Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) makin diperluas. Basarnas Bengkulu kini ikut diterjunkan buat menyisir wilayah yang masuk dalam cakupan kerja Kantor SAR Bengkulu.
Kasie Ops Basarnas Banten Riski Dwiyanto mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pencarian berdasarkan prediksi pergerakan korban.
Area yang diperkirakan masuk wilayah kerja Basarnas Bengkulu akhirnya langsung ditangani sama tim SAR setempat.
"Kita dibantu oleh kantor SAR Bengkulu untuk mengcover wilayah kantor SAR Bengkulu. Sehingga untuk SAR map yang kita prediksikan itu mengarah ke wilayah kantor SAR Bengkulu itu sudah dicover dengan teman-teman kantor SAR Bengkulu," ujar Riski, Selasa (15/09/2026).
Kerahkan 647 personel dan berbagai kapal
Masuk hari kedelapan pencarian, operasi SAR kali ini all out banget dengan melibatkan berbagai kapal dan unsur pencarian dari gabungan instansi. Armada yang dikerahkan mulai dari KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KN SAR Antasena, Kapal Polisi Sanjaya, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pahawang, KAL Anyer, RIB 02 Lampung, RIB 02 Banten, RBB Pecang, KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, sampai KP URC Erhan.
"Untuk jumlah unsur ataupun personel yang terlibat, kalau kita jumlahkan itu kurang lebih di 647 orang yang terlibat pada pelaksanaan operasi SAR hari ke delapan," terangnya.
Info cuaca di lokasi pencarian
Kondisi cuaca pada hari kedelapan pencarian diprediksi bakal cerah berawan. Tapi, tim tetap harus stay alertkarena ketinggian gelombang diperkirakan bisa tembus 2,5 meter ke arah timur laut.
"Kemudian angin dengan kecepatan 5 sampai 20 knot, ya bergerak dari tenggara ke arah selatan," jelasnya.
Kronologi: hilang komunikasi usai share loc
Berdasarkan info awal, rombongan ini mulai berlayar dari Dermaga Pagedongan, Pantai Carita, Pandeglang, pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Salah satu dari lima jurnalis tersebut sempat mengirimkan update titik lokasi (share loc) pada pukul 14.42 WIB. Sayangnya, itu jadi komunikasi terakhir mereka. Mulai pukul 15.04 WIB, komunikasi benar-benar terputus dan keberadaan mereka belum diketahui hingga saat ini.
Lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance), plus tiga kru kapal yang mendampingi.
Pencarian diperluas, armada laut dikerahkan penuh
Memasuki hari-hari krusial pencarian, Kepolisian dan Basarnas Lampung makin mengintensifkan operasi SAR. Armada kapal patroli dikerahkan, mulai dari KP.XXV-1001, KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang, hingga dukungan dua personel dari KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun, menegaskan bahwa keselamatan tim dan efektivitas pencarian menjadi prioritas.
"Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini," ujar Yuni, seperti dikutip dari laman Divisi Humas Polda Lampung. (RaM)
Gen Z Takeaway
Memasuki hari kedelapan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), tim SAR gabungan makin all out dengan mengerahkan sekitar 647 personel plus deretan kapal seperti KRI, KN SAR, sampai RIB buat menyisir lokasi. Area pencarian pun makin diperluas hingga ke wilayah cakupan Basarnas Bengkulu sesuai prediksi pergerakan korban, walau tim harus tetep stay alert menghadapi gelombang laut yang diperkirakan mencapai 2,5 meter dan ombak angin hingga 20 knot.









