Lagi-Lagi Karier Moncer Runtuh Gara-Gara OTT: Sosok Lampri, Dirjen ATR/BPN yang Terciduk KPK
astakom.com, Jakarta - Karier yang tadinya auto-up dan makin slay langsung plot twist seketika. Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Lampri, resmi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, OTT digelar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 17 orang. Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Senin (14/09/2026).
Pas ditanya lebih detail, Budi langsung ngonfirmasi kalau sosok Dirjen yang dimaksud emang Lampri. Gak sendirian, KPK juga securing 16 orang lainnya, termasuk Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang dan Kepala Kantor Pertanahan Tangerang Tardi.
Budi bilang, OTT ini diduga kuat relate sama skandal pengurusan hak guna bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor plus ada dugaan penerimaan-penerimaan lainnya.
Dari aksi tangkap tangan ini, tim KPK nyita barang bukti berupa uang tunai rupiah dan valuta asing. Uniknya, uang ini dikemas dalam boks, kardus, sampe sekitar 20 koper yang nilainya diperkirakan tembus ratusan miliar rupiah.
Track Record Lampri: Dari Bojonegoro Sampe Jadi Dirjen
Kalau ngeliat perjalanan kariernya, profil Lampri sebenernya lumayan top tier dan udah asam garam di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Dia ngerintis jabatannya dari daerah sampe akhirnya tembus ke level kementerian.
- Awal Langkah: Lampri ngawali journey posisi strategisnya pas menjabat Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro.
- Makin Level Up: Setelah Bojonegoro, dia dipercaya jadi Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya II dari 2019 sampe 2023.
- Masuk Kementerian: Kariernya makin melejit ke tingkat kementerian. Dia sempet ngejabat Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan di Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN, sebelum akhirnya geser jadi Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian ATR/BPN.
- Pimpin Kanwil: Abis itu, dia dapet kepercayaan lagi buat memimpin di daerah. Lampri sempet menjabat Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Jawa Timur, terus dipercaya jadi Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Jawa Tengah pada 2025.
- Puncak Karier: Cuma selang setahun, Lampri dapet promosi ke posisi yang jauh lebih tinggi sebagai Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN pada 2026—sebelum akhirnya semua achievements itu game over gara-gara diciduk KPK. (RaM)
Gen Z Takeaway
Punya track record karier yang super melejit dari Kepala Kantah di daerah sampe sukses level up jadi Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN pada 2026, sosok Lampri justru ngalamin plot twist tragis usai diciduk tim KPK lewat OTT di Jabodetabek gara-gara dugaan skandal pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Gak tanggung-tanggung, dari penangkapan yang menyeret 16 orang lainnya—termasuk Kepala Kantah Bogor I dan Tangerang—KPK berhasil mengamankan barang bukti uang tunai rupiah dan valas yang disimpan rapi di boks, kardus, sampe 20 koper dengan estimasi nilai fantastis mencapai ratusan miliar rupiah!









