Plot Twist Peristiwa 9/11? Mamdani Rilis Dokumen Rahasia yang Bikin Geger

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 12 September 2026 | 03:08 WIB
Plot Twist Peristiwa 9/11? Mamdani Rilis Dokumen Rahasia yang Bikin Geger
Plot Twist Peristiwa 9/11? Mamdani Rilis Dokumen Rahasia yang Bikin Geger [Ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Publik New York lagi ramai membicarakan rilis terbaru dari pemerintah kota setempat. Lebih dari 170.000 halaman dokumen rahasia mendadak dibuka ke publik. Isinya cukup bikin geleng kepala para pejabat itu diduga berulang kali melakukan menyesatkan warga terkait tingkat racun udara pascaserangan 11 September 2001 di gedung World Trade Center (WTC), Amerika Serikat.

Langkah transparansi ini dilakukan cuma selang beberapa hari sebelum New York menggelar peringatan tragedi bersejarah tersebut.

Pembongkaran dokumen ini makin memperjelas seberapa parah dampak kesehatan dan besarnya angka korban jiwa yang terus berjatuhan bertahun-tahun usai kejadian runtuhnya menara kembar. Dokumen-dokumen ini diharapkan bisa bikin masyarakat makin paham situasi mengenai langkah dan respons nyata pemerintah kota dalam memulihkan kondisi Lower Manhattan saat itu.

Kebohongan udara

Berdasarkan berkas yang bocor, warga yang bertempat tinggal di sekitar Ground Zero beberapa kali ditenangkan dan meyakinkan kalau kondisi udara aman saja. Padahal, data pengujian internal dan apa yang dirasakan warga di lapangan justru menunjukkan hal yang berbanding terbalik.

Meski dokumen yang dibuka ini mungkin baru sebagian kecil dari seluruh catatan kualitas udara di Ground Zero, di dalamnya tersimpan memo-memo internal yang sangat penting.

Lonjakan zat beracun

Dalam sejumlah berkas, terlihat jelas kalau para pejabat sebenarnya sudah menyuarakan kekhawatiran mendalam soal hasil tes lingkungan sepanjang Oktober hingga November 2001. Pengujian tersebut secara rutin mendeteksi lonjakan zat beracun, mulai dari asbes hingga bahan kimia berbahaya yang tergolong sulit dideteksi.

Dokumen-dokumen itu membeberkan secara detail kegagalan pemerintah atas menjaga kesehatan petugas tanggap darurat, tindakan penyembunyian data asbes dan hasil tes lainnya, hingga pernyataan para pejabat ke publik yang bertolak belakang dengan fakta risiko kesehatan sebenarnya.

"Seiring berlalunya waktu dan bertambahnya jumlah korban jiwa, kita terus merasakan dampak dari peristiwa 11 September setiap kali ada lagi warga New York yang direnggut nyawanya terlalu dini," tutur Wali Kota Zohran Mamdani dilansir dari CNN, Jumat (11/09/2026).

Korban terus bertambah

Secara keseluruhan, hampir 3.000 orang meninggal dunia saat tragedi (09/11/2001) terjadi. Namun, ribuan orang lainnya termasuk para first responder atau petugas tanggap darurat yang berjibaku berbulan-bulan di lokasi kejadian menyusul meninggal dunia akibat kanker dan berbagai penyakit kronis lain yang berkaitan dengan racun, sebagaimana dicatat oleh data (9/11/2021) Memorial.

Demi transparansi, sebuah portal lengkap dengan fitur pencarian khusus udah ready biar masyarakat bisa mengakses berkas-berkas tersebut secara cuma-cuma. Pemerintah kota juga berjanji bakal menambah lebih banyak materi secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Setiap dokumen di portal tersebut bebas untuk dilihat dan diunduh secara gratis.

Lantas, kenapa dokumen penting ini baru di spill sekarang? Pejabat kota mengungkapkan kalau berkas-berkas ini ialah bagian dari 68 kotak yang tersimpan dan baru ditemukan di kantor pemerintah kota tahun lalu. Momentum perilisannya pun sengaja disesuaikan menjelang peringatan 25 tahun serangan tersebut yang jatuh pada Jumat ini.

Selama beberapa dekade, para pegiat isu tragedi 11 September 2001, penyintas, hingga petugas lapangan yang jatuh sakit akibat paparan udara beracun terus menuntut transparansi total agar berkas-berkas ini dibuka ke publik.

Resmi akhiri gugatan

Menurut Direktur Eksekutif Ben Chevat, pembukaan dokumen minggu ini resmi mengakhiri gugatan hukum yang sebelumnya dilayangkan oleh kelompok advokasi 9/11 Health Watch. Kelompok tersebut sengaja menuntut pemerintah kota agar data ini terbuka demi membuka jalan bagi bantuan federal yang lebih besar serta mendorong riset lanjutan terkait dampak kesehatan jangka panjang.

“Wali Kota, saya ingin mengucapkan terima kasih karena Anda menjadi wali kota yang, setelah 25 tahun, mulai menjawab pertanyaan: Apa yang diketahui pemerintah kota mengenai bahaya dari awan beracun di Ground Zero, dan kapan hal itu diketahui?" Papar Chevat pada konferensi pers, yang ditargetkan kepada Mamdani. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Trust issue sama narasi resmi pemerintah memang bukan tanpa alasan. Kasus ini membuktikan kalau demi meredam kepanikan, pejabat rela nge-gaslighting warganya sendiri terkait bahaya udara beracun pasca-9/11, yang berujung fatal buat kesehatan first responder dan warga lokal dalam jangka panjang. Transparansi data bukan sekadar formalitas, tapi soal hak hidup orang banyak yang nggak boleh ditutup-tutupi.

World Trade Center Dokumen Rahasia AS Wali Kota Zohran Mamdani New York

Infografis

Terkini