Deretan Langkah Pemerintah Tangani Erupsi Gunung Anak Krakatau: dari Operasi Modificassi Cuaca pinga Penutupan 6 Bandara

Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Senin, 7 September 2026 | 13:08 WIB
Deretan Langkah Pemerintah Tangani Erupsi Gunung Anak Krakatau: dari Operasi Modificassi Cuaca pinga Penutupan 6 Bandara
Suasana calon penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (06/09/2026). Operasional ditutup akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. [astakom/str-Fatih Rizqi Mubarak]

astakom.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik terus diantisipasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian dan lembaga terkait. Dampak material vulkanik ini enggak cuma menyasar sektor kesehatan warga, tapi juga bikin aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah terganggu.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menyampaikan kalau BNPB udah menerjunkan personel ke lokasi terdampak buat memantau kondisi lapangan secara langsung, sekaligus berkoordinasi intensif bareng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dalam keterangan pers daring dikutip Senin (07/09/2026).

BNPB juga mendorong kesiapsiagaan perangkat daerah, mulai dari keberfungsian sirine, tempat evakuasi, rencana kontinjensi, hingga stok makanan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Sampai saat ini, belum ada pemda terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana, namun bantuan pusat siap didorong jika dibutuhkan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Siap Digelar

Buat meluruhkan abu vulkanik yang menyebar di wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung, BNPB bakal menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) begitu kondisi di lapangan dinilai kondusif.

“Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe hari ini hingga malam nanti. Dua teknik untuk mendatangkan hujan saat tidak ada awan, khususnya di tengah musim kemarau panas ini,” kata Suharyanto.

OMC bakal dilakukan memakai dua teknik, yaitu penyemaian awan dan metode water-mist. Selain itu, BNPB juga udah mendistribusikan logistik dasar dan masker ke warga terdampak. Sejauh ini, pantauan BNPB mencatat ada tiga wilayah kabupaten yang terdampak paparan abu, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pandeglang.

Enam Bandara Ditutup Sementara, Jalur Laut Tetap Aman

Sebaran abu vulkanik berdampak signifikan pada operasional penerbangan. Per Minggu (6/9) pukul 13.00 WIB, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi ada enam bandara yang ditutup sementara demi alasan keselamatan, yaitu:

  • Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) 
  • Bandara Budiarto (Tangerang) 
  • Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan) 
  • Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur) 
  • Bandara Raden Inten II (Lampung) 
  • Bandara Husein Sastranegara (Bandung) 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau pihak maskapai buat enggak memaksakan penerbangan kalau situasi belum memungkinkan. Pihak Kemenhub bakal terus memutakhirkan evaluasi kondisi penerbangan setiap empat jam sekali.

Sementara itu, moda transportasi laut lewat jalur penyeberangan Selat Sunda dipastikan masih beroperasi normal dan enggak terdampak. Otoritas pelabuhan tetap diminta waspada serta membagikan masker buat para penumpang kapal.

Kemenkes Aktifkan HEOC, PVMBG Tetapkan Status Level III

Dari sisi kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga biar enggak panik dan rutin menjaga kesehatan pernapasan, mata, serta kulit. Kemenkes udah menyiapkan puskesmas di daerah terdampak dan mengaktifkan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC).

“Pada wilayah yang terpapar abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernapasan, lakukan kegiatan di dalam rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker,” tegas Menkes Budi.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga) berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Zona aman ditetapkan di luar radius 3 km dari puncak gunung. BNPB mengimbau publik untuk tetap tenang, waspada, serta hanya mengakses informasi resmi dari BNPB, PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat guna menghindari disinformasi. (RAM)

Gen Z Takeaway

BNPB bareng Kemenkes dan Kemenhub bergerak cepat mengatasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang udah berstatus Level III (Siaga) dan membahayakan tiga kabupaten di Lampung serta Pandeglang. Selain menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) buat meluruhkan abu, pemerintah juga sudah menutup sementara enam bandara—termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma—serta mengaktifkan Health Emergency Operation Centre (HEOC) di puskesmas, sembari mengimbau warga agar tetap berada di rumah atau selalu memakai masker kalau terpaksa beraktivitas di luar.

erupsi gunung anak krakatau Abu vulkanik gunung anak krakatau gunung anak krakatau Bandara Soetta Ditutup

Infografis

Terkini