Lindungi Jemaah dari Agen Nakal, Wamenhaj Tegaskan Revitalisasi KBIHU
astakom.com, Jakarta – Isu perlindungan jemaah haji dan umrah balik lagi jadi sorotan utama. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan bagi para jemaah sekaligus menghidupkan kembali peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Penegasan ini disampaikan langsung dalam acara dialog bersama forum KBIHU, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Yogyakarta, Minggu (06/09/2026).
Langkah tegas ini diambil karena pemerintah masih terus menerima gelombang aduan terkait oknum lembaga yang nekat melakukan pelanggaran, penipuan, hingga bikin jemaah terlantar di Tanah Suci.
Penipuan jemaah masih narak
"Keluhan mengenai agen-agen nakal, tidak patuh, dan curang masih cukup tinggi. Di kantor pusat, kami berulang kali menerima laporan tentang banyak jemaah yang terlantar, baik selama ibadah Umrah maupun Haji," ungkap Wakil Menteri dikutip oleh astakom pada Senin, (07/09/2026).
Melihat masih maraknya agen nakal yang suka bikin red flag, Wakil Menteri mendesak seluruh PPIU dan PIHK untuk menjalankan operasional ibadah secara disiplin, transparan, dan patuh pada regulasi. Keselamatan, hak-hak dasar, serta kualitas pelayanan jemaah wajib hukumnya jadi prioritas utama, bukan malah dikesampingkan.
Stop komersialisasi jemaah
Nggak cuma menyentil agen perjalanan, Wamenhaj juga mendorongan KBIHU agar kembali ke core function-nya sebagai lembaga bimbingan dan konseling yang mengedukasi para jemaah.
"KBIHU harus dihidupkan kembali sebagai kelompok yang benar-benar memberikan bimbingan kepada jamaah haji, bukan sekadar mengkomersialkan mereka," jelasnya.
Peran vital KBIHU
Menurut Wamenhaj, KBIHU punya peran yang sangat strategis dalam memberikan pemahaman, pendampingan, serta bimbingan spiritual kepada para jemaah. Oleh karena itu, fokus utamanya harus pada peningkatan mutu pelayanan dan edukasi ibadah, bukannya memperlakukan jemaah sekadar sebagai komoditas bisnis.
Apresiasi wilayah Jogja
Di sisi lain, Wakil Menteri memberikan apresiasi bagi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di wilayah Yogyakarta, yang dinilai punya rekam jejak cukup bersih dengan tingkat kasus penipuan maupun pelanggaran jemaah yang relatif rendah.
Beliau berharap iklim positif ini bisa terus dipertahankan dan ditiru oleh daerah lain melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, KBIHU, PPIU, dan PIHK.
"Kami berharap praktik-praktik curang dan pelanggaran terhadap jemaah haji akan terus menurun. KBIHU, PPIU, dan PIHK harus bekerja sama untuk memastikan jemaah haji menerima pelayanan, bimbingan, dan perlindungan yang layak," tutupnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Ibadah ke Tanah Suci itu urusan sakral, tapi sayangnya masih banyak oknum travel yang sengaja pasang red flag demi nyari cuan doang sampai bikin jemaah terlantar. Makanya, pemerintah sekarang makin tegas nge-push KBIHU buat balik ke core function-nya sebagai tempat edukasi dan pembimbing ibadah yang tulus, bukan cuma nyari profit semata. Buat kita yang mau daftarin orang tua atau berangkat sendiri, kudu super jeli dan wajib cek legalitas agen travel biar gak kena scam!









