Kementerian Perhubungan Push Pembelajaran Digital untuk Perkuat Keamanan Penerbangan

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Sabtu, 5 September 2026 | 16:30 WIB
Kementerian Perhubungan Push Pembelajaran Digital untuk Perkuat Keamanan Penerbangan
Kementerian Perhubungan Push Pembelajaran Digital untuk Perkuat Keamanan Penerbangan (Kemehub)

astakom.com, Jakarta - Perkembangan teknologi ikut mengubah cara personel keamanan penerbangan meningkatkan kemampuan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini mendorong pemanfaatan pembelajaran digital agar kompetensi personel tetap relevan menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Pertemuan Ke-2 Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), Kamis (3/9/2026). Forum tersebut mempertemukan pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan nasional.

SDM jadi kunci

Direktur Keamanan Penerbangan, Capt. Sigit Hani Hadiyanto, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan industri dan teknologi penerbangan.

“Penerbangan bukan lagi sekadar moda transportasi, melainkan urat nadi perekonomian, konektivitas nasional, serta simbol kedaulatan negara. Seiring bertambahnya kompleksitas operasional dan kemajuan teknologi, personel keamanan penerbangan harus siap menghadapi tantangan baru dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, termasuk dalam menghadapi perkembangan digitalisasi,” ujar Capt. Sigit.

Penguatan kompetensi tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 40 Tahun 2024 tentang Program Pendidikan dan Pelatihan Keamanan Penerbangan Nasional serta Rencana Strategis Direktorat Keamanan Penerbangan 2025–2029.

Empat fokus digital

Ditjen Hubud menyiapkan empat fokus dalam pengembangan kompetensi personel. Pertama, digitalisasi pembelajaran melalui e-learning, Learning Management System (LMS), video pembelajaran, webinar, dan modul digital.

Selanjutnya, peningkatan kemampuan digital termasuk pemahaman dasar keamanan siber, pembelajaran berkelanjutan melalui refresher training, serta penguatan human factors dan budaya keamanan.

“Teknologi harus kita manfaatkan untuk memperkuat kemampuan personel, bukan menggantikan penilaian profesional manusia. Karena itu, transformasi pembelajaran harus tetap menempatkan kompetensi, kewaspadaan, dan budaya keamanan sebagai fondasi utama,” ujar Capt. Sigit.

Personel dapat apresiasi

Dalam pertemuan tersebut, Ditjen Hubud juga memberikan penghargaan kepada personel keamanan penerbangan atas dedikasinya, termasuk keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan emas di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Di sisi lain, Indonesia juga tengah memperkuat peran dalam penerbangan sipil internasional melalui pencalonan sebagai Anggota Dewan ICAO pada 43rd Extraordinary Assembly 2026. (deA/RaM)

Gen Z takeaway

Teknologi boleh makin canggih, tapi keamanan penerbangan tetap nggak bisa cuma mengandalkan sistem. Personel yang kompeten, waspada, dan terus upgrade kemampuan tetap jadi kunci.

kemenhub Kementerian Perhubungan Keamanan Penerbangan Transportasi

Infografis

Terkini