RAPBN 2027: Subsidi Energi Tembus Rp272,95 T, Naik 20,1%!

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:02 WIB
RAPBN 2027: Subsidi Energi Tembus Rp272,95 T, Naik 20,1%!
RAPBN 2027: Subsidi Energi Tembus Rp272,95 T, Naik 20,1%! [astakom/str-Swara Nirwana]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah saat ini lagi mengusulkan sejumlah anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Dalam rancangan anggaran itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp272,95 triliun buat subsidi energi. Anggaran itu juga menjadi bagian dari total belanja subsidi yang direncanakan mencapai Rp387,9 triliun pada tahun depan.

Berdasarkan Nota Keuangan dan RAPBN 2027, total belanja subsidi energi Rp272,9 triliun dan subsidi nonenergi Rp114,9 triliun.

Naik dari outlook APBN 2026

Anggaran untuk subsidi energi ini naik 20,1 persen dari outlook APBN 2026 senilai Rp227,3 triliun. Subsidi energi itu mencakup subsidi untuk Jenis BBM Tertentu, LPG tabung 3 kilogram, serta listrik.

Kenaikan anggaran subsidi energi itu dipengaruhi oleh perubahan asumsi makro kayak nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), penyesuaian volume konsumsi sampai biaya pokok penyediaan (BPP).

Besaran subsidi juga dipengaruhi sama volume penyaluran BBM tertentu dan LPG 3 kilogram, harga acuan produk BBM Mean of Platts Singapore (MOPS), sampai harga produk LPG Contract Price Aramco (CP Aramco) dan pembayaran kekurangan subsidi tahun sebelumnya.

Menjaga ketahanan fiskal

Pada RAPBN 2027, pemerintah tetapkan asumsi ICP sebesar USD75 per barel. Pemerintah juga kasih target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sebanyak 954 ribu barel setara minyak per hari.

Kebijakan subsidi energi itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Pemerintah juga menekankan pengelolaan subsidi energi secara tepat sasaran sebagai bagian dari strategi untuk menjaga ketahanan fiskal.

Overall, belanja negara di RAPBN 2027 mencapai Rp4.097,2 triliun, sementara pendapatan negara ditargetkan Rp3.426,0 triliun. Maka dari itu, pemerintah memproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah ngajuin subsidi energi Rp272,95 triliun di RAPBN 2027, naik 20,1% dari outlook 2026. Duitnya bakal dipakai buat subsidi BBM tertentu, LPG 3 kg, dan listrik, dengan besaran yang dipengaruhi harga minyak, kurs, volume konsumsi, sampai biaya penyediaan. Di sisi lain, total belanja negara dipatok Rp4.097,2 triliun vs pendapatan Rp3.426 triliun, sehingga defisit diproyeksikan Rp671,2 triliun atau 2,40% PDB.

RAPBN 2027 Asumsi Makro RAPBN 2027 Kementerian ESDM subsidi energi

Infografis

Terkini