Spill Profil Ratna Sari Dewi, Istri ke-6 Sukarno Sukses Curi Perhatian di HUT 81 RI di Istana

Penulis: Hapsari
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB
Spill Profil Ratna Sari Dewi, Istri ke-6 Sukarno Sukses Curi Perhatian di HUT 81 RI di Istana
Ratna Sari Dewi menggunakan kebaya putih saat upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka [Instagram bambangsujarwanto]

astakom.com, JakartaRatna Sari Dewi Soekarno hadir saat upacara kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/08/2026). Kehadirannya sukses mencuri perhatian publik.

Dewi Soekarno, sapaan akrabnya, bikin salfok karena tampil dengan anggun memakai kebaya putih berenda dengan kain batik cantik berwarna merah. Tak cuma pakai kebaya, tapi Dewi juga memilih sanggul untuk menata gaya rambutnya. Hal itu menambah kesan khas pesona Indonesia.

Saat tiba di Istana Merdeka, ia mengaku kaget kalau sekarang banyak yang sudah berubah, ia berujar halaman yang luas sudah dipenuhi gedung-gedung baru.

“Saya kaget sekali istananya sudah ganti banyak ya, ada gedung yang dulu tidak ada. Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar, sekarang ada gedung,” ungkapnya kepada wartawan.

Kehadiran Ratna Sari Dewi kembali bikin publik penasaran dan nostalgia siapa dirinya dan bagaimana ia akhirnya menjadi istri sang proklamator. Berikut profil lengkapnya.

Putri sederhana yang tinggal di Tokyo

Ratna Sari Dewi bernama asli Naoko Nemoto, lahir di Tokyo pada 6 Februari 1940. Ia adalah anak ketiga dari keluarga sederhana, kedua orang tuanya adalah pekerja konstruksi migran di Tokyo. Karena keadaan ekonomi yang sulit, Ratna Sari Dewi yang kala itu masih bernama Naoko harus bekerja sejak usia remaja.

Ia pernah jadi pramuniaga di perusahaan asuransi jiwa di Chiyoda, hingga berhasil lulus sekolah menengah pada tahun 1955. Ia bercita-cita menjadi bintang, karena itu ia juga kerja paruh waktu di klub dan hotel di Tokyo. Sehari-hari dirinya harus membagi waktu antara mempelajari seni, tari klasik Jepang dan bekerja di malam hari. Pada siang harinya ia belajar Bahasa Inggris di Shishere Hayawaka Art Production.

Bertemu dengan Presiden Sukarno

Tahun 1959 Presiden Sukarno melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang. Saat itulah yang akhirnya membawa pertemuan Bung Karno dan Naoko. Pertemuan tersebut terjadi di sebuah bar hostess di kawasan Ginza, Tokyo, dekat Imperial Hotel. Saat itu, Naoko dikenal sebagai mahasiswi seni.

Terpikat dengan kecantikan dan kecerdasan Naoko yang saat itu masih berusia 19 tahun, akhirnya Sukarno mengundang Naoko pada September 1959, dan hubungan itu bermuara di pelaminan tiga tahun setelahnya, yakni pada 3 Maret 1962.

Naoko yang menganut agama Katolik kemudian menjadi mualaf dan melangsungkan pernikahan dengan cara Islam. Nama Naoko Nemoto juga diubah menjadi Ratna Sari Dewi Soekarno. Nama tersebut berasal dari bahasa Jawa-Sanskerta dan memiliki makna "inti permata seorang dewi".

Dari pernikahan itu keduanya dianugerahi seorang putri bernama Kartika Sari Dewi Soekarno yang lahir pada 11 Maret 1967.

Kerap mendampingi sang proklamator

Kehidupan mereka dalam sorotan publik menjadi bagian dari sejarah besar Indonesia, di mana Dewi kerap mendampingi Sukarno dalam berbagai agenda kenegaraan.

Ia juga punya kemampuan lobi tingkat tinggi dan memainkan peran penting menjembatani hubungan bilateral Indonesia-Jepang di masa itu. Ia juga sukses melakukan negosiasi di Jepang agar buku koleksi seni Bung Karno dapat dicetak di sana.

Dedikasinya di bidang diplomasi kebudayaan membawanya terpilih sebagai Ketua Kehormatan Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang pada tahun 1964. Selain itu, ia juga mendirikan Komunitas Nadeshiko, sebuah wadah persahabatan bagi perempuan-perempuan Jepang yang menikah dengan pria Indonesia.

Kehidupan setelah Sukarno lengser

Tahun 1967 terjadi guncangan politik di Indonesia, akibatnya Sukarno lengser saat itu. Kemudian pada 1970 Sukarno wafat saat masih dalam status tahanan rumah. Dewi memilih merantau ke Eropa dan menetap di berbagai negara seperti Swiss, Prancis, dan Amerika Serikat.

Pada tahun 2008 ia memutuskan kembali ke Shibuya, Tokyo. Di Jepang pesonanya tak luntur, ia kemudian menjadi juri kontes kecantikan, serta sukses di bidang kecantikan dan perhiasan kelas atas. Hingga kini Dewi terus mempertahankan eksistensinya sebagai pebisnis sukses. (hPs/aNs)

Gen Z Takeaway

Ratna Sari Dewi Soekarno, atau Naoko Nemoto, kembali mencuri perhatian saat hadir di HUT ke-81 RI di Istana. Perempuan asal Jepang ini adalah istri ke enam Presiden Sukarno. Ia menikah dengan Sukarno pada 1962 dan dikaruniai seorang putri, Kartika Sari Dewi Soekarno. Selain dikenal anggun, Dewi juga punya peran dalam mempererat hubungan Indonesia-Jepang. Kini, di usia 86 tahun, ia tetap eksis sebagai pebisnis di bidang kecantikan dan perhiasan.

Ratna Sari Dewi Soekarno Naoko Nemoto Dewi Soekarno HUT ke-81 RI Istana Merdeka Sukarno

Infografis

Terkini