7 Kandidat Siap Rebutan Kursi Sekjen PBB Gantikan Antonio Guterres

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 12 Agustus 2026 | 02:08 WIB
7 Kandidat Siap Rebutan Kursi Sekjen PBB Gantikan Antonio Guterres
7 Kandidat Siap Rebutan Kursi Sekjen PBB Gantikan Antonio Guterres [Ilustrasi/Pexels]

astakom.com, Jakarta – Proses pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya resmi masuk fase krusial. Dewan Keamanan (DK) PBB bakal mulai nge spill dan meninjau 7 kandidat yang udah masuk list pekan ini. 

Dari peninjauan tersebut, bakal dipilih satu nama final buat dikirim dan disahkan di Majelis Umum PBB.

Fase krusial DK PBB

Melansir dari IRNA, Selasa (11/08/2026), DK PBB pekan ini memulai putaran pertama pemungutan suara informal buat memilih pengganti Sekjen. Pemungutan suara di badan yang beranggotakan 15 negara ini digelar buat mengerucutkan nama-nama kandidat sampai nemu satu kesepakatan akhir.

Tapi tenang, buat yang mau ikutan nyalon, deadline pendaftaran kandidat baru ternyata masih dibuka. Jadi, masih ada kemungkinan nama-nama baru bakal nyempung di persaingan ini beberapa minggu ke depan.

Berdasarkan pengumuman resmi PBB, saat ini ada 7 nama yang resmi bersaing menggantikan António Guterres. Proses ini jalan sesuai prosedur resolusi Majelis Umum PBB, termasuk Resolusi 79/327 dan Pasal 97 Piagam PBB, yang menjanjikan proses transparan dan inklusif.

Sinyal awal dimulainya agenda ini ditandai lewat surat bersama dari Presiden Majelis Umum dan Presiden Dewan Keamanan pada 25 November 2025. Sejak saat itu, negara anggota mulai drop nama calon andalan lengkap dengan rekam jejak, program, dan vision statement mereka.

Peluang sejarah baru

Gak cuma soal figur, wacana kali ini juga diramaikan perdebatan soal giliran jatah kawasan Amerika Latin untuk memimpin, plus desakan kuat biar PBB akhirnya punya Sekjen perempuan pertama dalam sejarah.

Daftar 7 kandidat

1. Rafael Mariano GrossiDirektur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) ini didaftarkan oleh Argentina pada 26 November 2025 dan dapat backing-an kuat dari AS. Sosok berusia 65 tahun ini udah 6 tahun memimpin IAEA dan terkenal multilingual. Banyak diplomat ngeliat dia sebagai kandidat top-tier karena berhasil menjaga hubungan baik sama anggota tetap DK PBB, terutama AS.

2. Rebeca Grynspan MayufisSekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) sekaligus mantan Wakil Presiden Kosta Rika ini dicalonkan oleh negaranya pada 3 Maret 2026. Sosok berusia 70 tahun ini menyebut dirinya sebagai multilateralis berjiwa reformis. Kalau terpilih, Grynspan bakal bikin sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi Sekjen PBB.

3. Michelle Bachelet JeriaMantan Presiden Cili dua periode sekaligus mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia ini didaftarkan oleh Cili, Brasil, dan Meksiko pada 2 Februari 2026. Tapi, Cili belakangan narik dukungannya pada bulan Maret setelah konstelasi politik dalam negerinya bergeser ke arah kanan.

Tokoh berusia 74 tahun ini juga kena criticism dari kalangan konservatif AS terkait isu hak aborsi. Perwakilan AS untuk PBB, Mike Waltz, dan Senator Pete Ricketts sempat meragukan kualifikasinya. Ricketts menilai Bachelet kurang tegas menyebut tindakan Tiongkok terhadap Muslim Uighur sebagai "genosida". Sejauh ini, Beijing sendiri belum buka suara terkait pencalonannya.

4. Macky SallAhli geologi berusia 64 tahun yang pernah menjabat Presiden Senegal selama 12 tahun sampai 2024 ini diajukan oleh Burundi pada 2 Maret 2026. Sall bersuara dalam membela negara-negara berkembang yang terbeban utang serta menuntut reformasi DK PBB.

Ia sempat menulis di media sosial X, "Lebih dari sebelumnya, multilateralisme yang dirancang ulang tetap menjadi cara terbaik untuk merespons tantangan global yang terus berkembang." Jika terpilih, ia akan jadi Sekjen PBB ketiga dari benua Afrika setelah Boutros Boutros-Ghali dan Kofi Annan.

5. María Fernanda Espinosa GarcésMantan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Ekuador ini dicalonkan oleh Antigua dan Barbuda pada 11 Mei 2026. Figurnya yang berusia 61 tahun punya jam terbang tinggi di PBB, termasuk pernah jadi Presiden Majelis Umum PBB.

Espinosa menulis dalam pernyataan visinya, "Saya mendasarkan pencalonan saya pada keyakinan sederhana: PBB harus mendapatkan kembali keberanian untuk memprioritaskan, disiplin untuk bertindak, dan kepercayaan politik untuk bertindak secara terarah." tulisnya.

6. Carolyn Alison Frieda Rodrigues-BirkettDiplomat karir dan mantan Menteri Luar Negeri perempuan pertama dari kalangan penduduk asli Guyana ini dicalonkan pada 25 Juni 2026. Ia kini menjabat Perwakilan Tetap Guyana untuk PBB dan punya rekam jejak senior di FAO. Jika terpilih, ia bakal jadi sosok pertama dari wilayah Karibia sekaligus perempuan pertama yang memimpin PBB dengan fokus pencegahan konflik dan aksi iklim.

7. Olara OtunnuDiplomat senior berusia 75 tahun ini dicalonkan oleh Uganda pada 24 Juli 2026 dan jadi kandidat tertua di list. Otunnu yang mantan Wakil Sekjen PBB ini berjanji bakal fokus menghentikan konflik besar internasional, menuntaskan reformasi kelembagaan, membentuk badan pengawas aktivitas PBB di bidang kecerdasan buatan (AI), serta mendorong aksi iklim tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Pencalonan Virginia Gamba dari Maladewa resmi ditarik pada 25 Maret 2026, sehingga menyisakan 7 kandidat aktif di atas.

Seluruh kandidat diwajibkan menyetor pernyataan visi, transparansi dana kampanye, dan daftar riwayat hidup. Mereka juga udah melewati sesi dialog interaktif di Majelis Umum PBB buat memaparkan ide-ide besarnya.

Pemilihan Sekjen PBB ini tergolong sangat krusial karena peran pentingnya sebagai mediator krisis dunia dan pengarah agenda perdamaian global.

Penentu hak veto

Kunci utamanya ada di 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB, khususnya 5 anggota tetap pemilik hak veto (AS, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis). Setelah DK PBB menyepakati satu nama tunggal, kandidat tersebut tinggal menunggu approval akhir dari Majelis Umum PBB.

António Guterres sendiri dijadwalkan resmi purna tugas alias mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Desember 2026. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemilihan Sekjen PBB kali ini bukan sekadar pergantian jabatan formal, tapi penentu arah kebijakan global ke depan. Dengan munculnya kandidat perempuan tangguh, perwakilan Amerika Latin, hingga wacana pembentukan badan pengawas AI dan aksi iklim, kepemimpinan baru PBB bakal berdampak langsung pada isu-isu besar yang dekat sama generasi muda.

DK PBB 2026 PBB Sekjen PBB Dewan Keamanan PBB

Infografis

Terkini