Netanyahu Berkunjung ke UEA, Iran Langsung Warning Potensi Bahaya Regional
astakom.com, Jakarta – Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras atas kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab (UEA). Teheran menilai kehadiran perwakilan Israel di wilayah tersebut bisa jadi big red flag yang berpotensi memicu ancaman serius bagi stabilitas kawasan.
Ancaman regional
Melalui pernyataan resminya pada Selasa, (29/09/2026), Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan kalau kedatangan Netanyahu terjadi pada “waktu yang sensitif," terutama di tengah memanasnya serangan Israel terhadap Iran serta konflik yang masih bergejolak di Palestina dan Lebanon.
Kondisi mendidih
“Kehadiran Israel di kawasan menciptakan situasi berbahaya,” ungkap kementerian tersebut, dilansir dari Anadolu pada Rabu, (30/09/2026).
Peringatan Teheran
Melihat dinamika yang ada, Iran mengimbau negara-negara di kawasan untuk tidak santai dan tetap aware terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat merusak perdamaian serta keamanan bersama.
Pihak Teheran juga menyerukan agar negara-negara tetangga tidak memberi ruang atau mengizinkan wilayah mereka dipakai sebagai basis tindakan yang sanggup merusak stabilitas regional.
Pertemuan rahasia
Sebelumnya, media Israel memberi kabar kalau Netanyahu sempat menggelar pertemuan tertutup dalam skala yang lebih luas saat berkunjung ke UEA pada 27 September 2026.
Berdasarkan laporan yang mengutip sumber internal Emirat secara anonim, jajaran perwakilan dari Amerika Serikat, Arab Saudi, Maroko, Kuwait, Bahrain, Libya, Oman, hingga Mesir dilaporkan ikut bergabung dalam forum diskusi bersama pejabat Israel dan UEA tersebut. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Kunjungan Netanyahu ke UEA langsung bikin Iran spill red flag besar-besaran. Teheran warning negara-negara kawasan buat tetap aware dan gak ngasih panggung ke Israel di tengah tensi Timur Tengah yang makin panas, biar stabilitas regional gak mendadak down.









