PM Qatar Semprot Netanyahu Penjahat Perang, Aksi di Gaza Tak Beralasan!
astakom.com, Jakarta – Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, secara gamblang melabeli Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kehancuran di Gaza.
Pernyataan tegas ini disampaikan dalam sesi wawancara bersama jurnalis Inggris, Piers Morgan. Saat ditanya apakah dirinya menganggap sang PM Israel itu layak dipanggil penjahat perang, ia langsung menjawab tanpa ragu.
Label penjahat perang
“Tentu saja. Apa yang dilakukan di Gaza merupakan kejahatan perang, dan siapa pun yang bertanggung jawab atas hal tersebut adalah penjahat perang,” ungkap Sheikh Mohammed.
Ia menyoroti betapa parahnya infrastruktur publik yang hancur dihantam serangan militer, tanpa ada pertimbangan kemanusiaan sedikit pun.
“Rumah sakit telah menjadi sasaran, sekolah telah menjadi sasaran. Apa pun pembenaran dan argumennya, tidak ada yang dapat membenarkan hal ini,” sambungnya dilansir dari Al jazeera pada Rabu, (30/09/2026).
Pengalihan isu Netanyahu
Bukan cuma soal Gaza, Sheikh Mohammed juga membongkar kalau Netanyahu cuma manfaatkan narasi serangan politik ke Qatar buat mengalihkan perhatian publik dari dosa-dosa serta kegagalan pemerintahannya sendiri.
Serangan di tengah mediasi
Tensi makin memuncak mengingat kejadian pada 9 September 2025 lalu. Saat itu, Israel nekat melancarkan serangan udara ke Doha yang menyasar para pejabat Hamas padahal Qatar lagi bekerja keras menjalankan fungsi sebagai penengah konflik. Akibat insiden gila tersebut, 5 anggota Hamas dan seorang petugas keamanan Qatar gugur.
“Kami diserang Israel ketika sedang melakukan mediasi,” tutur Sheikh Mohammed.
Ia menilai tindakan brutal tersebut benar-benar out of order dan belum pernah terjadi sepanjang sejarah diplomasi internasional.
“Netanyahu telah melewati batas, seperti yang telah dia lakukan terhadap batas-batas lainnya sebelumnya.” sambungnya.
Walau situasi kawasan makin memanas dan berisiko tinggi, Qatar menolak buat mundur dari panggung diplomasi. Sheikh Mohammed menegaskan kalau langkah diplomasi di balik layar adalah satu-satunya jalan yang logis buat meredam konflik.
"Kami berusaha melakukan yang terbaik untuk memberikan nasihat terbaik kepada pemerintah AS tentang bagaimana mencapai solusi, demikian juga kepada Iran,” ungkapnya.
Formula damai kawasan
Menurut Sheikh Mohammed, kalau mau konflik besar di kawasan ini cepat mereda, ada 3 isu utama yang wajib dibereskan yaitu:1. Isu seputar program nuklir Iran beserta sanksi utamanya.2. Jaminan keamanan dan kebebasan navigasi kapal yang melintas di Selat Hormuz.3. Kesepakatan kerangka keamanan kawasan yang melibatkan Iran serta negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Formula keamanan regional ini harus dibangun di atas fondasi dialog yang transparan, saling menghormati, tidak saling intervensi urusan dalam negeri, serta ditopang oleh kerja sama ekonomi yang solid.
Langkah ini juga diaminin oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari. Ia mengonfirmasi kalau Doha bakal terus stay on track menjalankan upaya mediasi serta menjembatani komunikasi antara pihak Amerika Serikat dan Iran demi mencegah eskalasi militer yang makin fatal. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
PM Qatar no filter banget langsung nge-spill Netanyahu sebagai penjahat perang atas kehancuran Gaza dan taktik pengalihan isunya. Walau markas mediasinya sempat kena bom Israel, Qatar tetep stay cool dan milih terus jadi middleman demi nyelesaiin konflik biar gak makin escalate.









