Akibat Kebakaran Bromo Bikin Wisata Ditutup Sementara, Kemenpar Siapkan Opsi Refund dan Reschedule Tiket!

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 10 Agustus 2026 | 20:29 WIB
Akibat Kebakaran Bromo Bikin Wisata Ditutup Sementara, Kemenpar Siapkan Opsi Refund dan Reschedule Tiket!
Akibat Kebakaran Bromo Bikin Wisata Ditutup Sementara, Kemenpar Siapkan Opsi Refund dan Reschedule Tiket! [Kemenpar]

astakom.com, Jakarta - Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membuat akses wisata Gunung Bromo ditutup sementara. Kementerian Pariwisata kini memantau penanganan kebakaran sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan wisatawan hingga kawasan dinyatakan aman.

Melansir dari keterangan tertulis di laman resmi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada Senin (10/08/2026) penutupan tersebut menjadi perhatian karena terdapat ribuan wisatawan yang sudah memiliki tiket kunjungan untuk periode 9 hingga 15 Agustus 2026. Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tercatat 3.062 pengunjung telah membeli tiket secara online untuk periode tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 2.671 merupakan wisatawan Nusantara, sedangkan 391 lainnya adalah wisatawan mancanegara. Bagi wisatawan yang terdampak penutupan, tersedia pilihan untuk mengubah jadwal kunjungan atau mengajukan pengembalian dana.

Akses wisata ditutup

Kemenpar menegaskan keselamatan menjadi pertimbangan utama selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Pemerintah juga meminta wisatawan tidak memaksakan diri datang ke kawasan yang aksesnya masih ditutup.

“Keselamatan masyarakat, wisatawan, petugas, dan seluruh pelaku pariwisata merupakan prioritas utama. Karena itu, kami mendukung penuh keputusan penutupan sementara akses wisata Gunung Bromo sampai kondisi dinyatakan aman oleh otoritas yang berwenang,” mengutip dari keterangan resmi yang tertulis di laman resmi Kemenpar pada Senin (10/08/2026).

Wisatawan juga diminta mengikuti perkembangan informasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan pemerintah daerah. Sementara itu, pelaku industri pariwisata diminta ikut memberikan informasi kepada wisatawan dan membantu menyesuaikan perjalanan dengan ketentuan yang berlaku.

Tiket bisa refund

Untuk wisatawan yang sudah memiliki jadwal kunjungan mulai 9 hingga 11 Agustus 2026 maupun periode setelahnya selama kawasan belum dibuka kembali, tersedia mekanisme reschedule dan refund.

Pengajuan reschedule tidak dikenakan biaya perubahan jadwal dan dapat dilakukan hingga 31 Desember 2026. Sementara itu, wisatawan yang memilih refund akan mendapatkan pengembalian dana secara penuh melalui transfer langsung ke rekening atau e-wallet.

Pengajuan dilakukan melalui formulir resmi yang disediakan pengelola. Wisatawan perlu mengunggah bukti tiket atau pembayaran, kemudian konfirmasi pengajuan akan dikirimkan melalui email atau WhatsApp.

Formulir pengajuan reschedule dan refund dapat diisi hingga 31 Agustus 2026. Adapun proses pengembalian dana diperkirakan memerlukan waktu 3 hingga 14 hari kerja.

Informasi terbaru mengenai mekanisme tersebut juga dapat dipantau melalui akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau layanan customer support yang tercantum dalam pengumuman resmi.

Hotel masih normal

Dampak penutupan sementara juga menyentuh sektor akomodasi di sekitar destinasi. Namun, Kementerian Pariwisata menyebut belum ada mekanisme khusus untuk refund maupun reschedule pemesanan hotel.

Berdasarkan koordinasi Kementerian Pariwisata dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pengajuan perubahan jadwal maupun pengembalian dana hotel untuk saat ini masih mengikuti mekanisme normal yang berlaku pada masing-masing akomodasi.

Kementerian Pariwisata juga mengingatkan bahwa kawasan wisata alam merupakan bagian dari ekosistem yang perlu dijaga bersama. Aktivitas wisata di kawasan konservasi dinilai harus tetap memperhatikan keselamatan, aturan yang berlaku, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Setelah situasi kebakaran terkendali, Kementerian Pariwisata akan kembali berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pemulihan aktivitas pariwisata sekaligus masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata di kawasan Bromo.

Untuk sementara, prioritas pemerintah adalah memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal dan kawasan benar-benar aman sebelum aktivitas wisata kembali dibuka. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Bromo lagi ditutup bukan berarti tiket hangus. Buat yang sudah punya jadwal, ada opsi reschedule tanpa biaya perubahan atau refund penuh sesuai mekanisme yang ditetapkan. Yang paling penting, jangan nekat masuk kawasan sebelum dinyatakan aman.

Kebakaran Bromo Bromo Taman Nasional Bromo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Infografis

Terkini