Gaspol! 100 Candi Perwara Prambanan Bakal Direstorasi Bareng India, Target Rampung Sebelum 2029

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 9 Agustus 2026 | 13:01 WIB
Gaspol! 100 Candi Perwara Prambanan Bakal Direstorasi Bareng India, Target Rampung Sebelum 2029
100 Candi Perwara Prambanan Bakal Direstorasi Bareng India, Target Rampung Sebelum 2029 [Kemenbud]

astakom.com, Jakarta - Upaya merawat warisan budaya Indonesia dengan India kini masuk ke tahap yang makin konkret. Bukan cuma soal pertukaran seniman atau agenda budaya, kerja sama kedua negara juga menyasar langsung kawasan Candi Prambanan lewat rencana restorasi 100 Candi Perwara yang ditargetkan selesai sebelum 2029.

Kabar terbaru itu disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Jumat, 7 Agustus 2026.

Melansir keterangan resmi Kementerian Kebudayaan yang diterima astakom.com pada Minggu (09/08/2026), kedua negara kembali membahas penguatan kerja sama kebudayaan, termasuk pelestarian warisan budaya, pertukaran budaya, hingga hubungan antarmasyarakat Indonesia dan India.

Prambanan jadi proyek utama

Kerja sama restorasi Prambanan menjadi salah satu poin paling konkret dalam pertemuan tersebut. Indonesia dan India sepakat membagi pekerjaan restorasi 100 Candi Perwara di Kompleks Candi Prambanan, masing-masing menangani 50 candi.

Proyek tersebut ditargetkan rampung sebelum 2029. Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan keahlian konservasi antara kedua negara.

Kerja sama itu sebenarnya sudah mendapat momentum sejak kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026. Saat itu, Indonesia dan India menyatakan komitmen memperkuat restorasi serta konservasi Kompleks Candi Prambanan yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Dalam pembahasan sebelumnya pada Maret 2026, Fadli Zon juga menekankan bahwa konservasi Prambanan perlu melihat kawasan tersebut sebagai satu lanskap budaya, bukan sekadar memulihkan bangunan candi secara terpisah.

“Prambanan bukan kompleks yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari lanskap budaya yang lebih luas bersama Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi harus memulihkan bangunan candi sekaligus menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut,” ujar Fadli Zon dalam keterangan yang dipublikasikan Kedutaan Besar India di Jakarta pada Maret 2026.

Prasasti pucangan ikut dibahas

Selain Prambanan, pertemuan Indonesia dan India juga menyinggung Prasasti Pucangan atau Calcutta Stone yang kini berada di Indian Museum, Kolkata.

Pemerintah Indonesia berharap dialog yang terus berjalan dapat memperkuat kerja sama akademik sekaligus membuka jalan bagi aspirasi pengembalian prasasti tersebut ke Indonesia.

Isu ini bukan hal baru dalam diplomasi kebudayaan kedua negara. Indonesia sebelumnya telah menyampaikan permintaan repatriasi Prasasti Pucangan kepada pihak India. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembicaraan mengenai perlindungan dan pemulihan benda bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia.

Di sisi lain, kerja sama kebudayaan Indonesia-India juga terus diperluas melalui Cultural Exchange Programme 2025–2028. Program tersebut mencakup residensi seniman, fellowship museum, sekolah lapangan arkeologi, riset bersama, koproduksi film hingga kolaborasi warisan budaya digital.

Artinya, kerja sama ini tidak cuma fokus pada bangunan bersejarah, tetapi juga membuka jalur pertukaran pengetahuan dan kreativitas lintas negara.

Tagore-dewantara makin diperluas

Agenda lain yang ikut diperkuat adalah Tagore–Dewantara Year 2026–2027. Program ini sebelumnya telah diumumkan Presiden Prabowo Subianto dan PM Narendra Modi sebagai bagian dari diplomasi pendidikan dan kebudayaan Indonesia-India.

Penamaannya merujuk pada dua tokoh penting dari masing-masing negara, yakni sastrawan India Rabindranath Tagore dan tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Tahun khusus ini sekaligus menandai 100 tahun kunjungan Tagore ke Indonesia pada 1927.

Presiden Prabowo sebelumnya menyebut agenda tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan peradaban yang telah lama menghubungkan Indonesia dan India.

“Berbagai inisiatif tersebut (termasuk Tahun Tagore-Dewantara, red.) mencerminkan ikatan peradaban yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Sekaligus, kita bertekad untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan teknologi, kebudayaan, dan people-to-people contact,” kata Presiden Prabowo malansir dari siaran pers Presiden RI.

Dengan perkembangan terbaru di Bhopal, agenda budaya Indonesia-India terlihat makin diarahkan ke program yang punya bentuk nyata, mulai dari konservasi candi, kerja sama akademik dan museum, hingga pertukaran seniman serta penguatan hubungan antarmasyarakat.

Bagi Indonesia, proyek restorasi Prambanan juga punya arti lebih luas. Candi yang menjadi salah satu ikon warisan budaya nasional ini bukan hanya dirawat untuk mempertahankan bentuk fisiknya, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di tingkat global. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Kalau biasanya kerja sama antarnegara identik dengan ekonomi atau politik, Indonesia dan India justru sedang bikin kolaborasi yang bisa dilihat langsung: 100 Candi Perwara Prambanan masuk agenda restorasi bersama, sementara hubungan budaya dua negara diperluas lewat Tagore–Dewantara Year.

Indonesia-India Budaya Kemenbud Kementerian Kebudayaan Candi Candi Prambanan

Infografis

Terkini