Percepat Penanganan Karhutla di Taman Nasional Berbak, Polda Jambi Gunakan 1.400 Liter Cairan X-Fire
astakom.com, Jakarta — Polda Jambi terus memperkuat komitmennya dalam menangani ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Jambi.
Berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, Selasa (22/09/2026), Satuan Brimob Polda Jambi lakukan pemadaman Karhutla di kawasan Taman Nasional Berbak, Desa Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Aksi pemadaman di Posko Berbak dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Jambi, Kombes Pol. Budi Hidayat. Dalam upaya mempercepat pemadaman sekaligus mencegah penyebaran api yang lebih luas, Satbrimob Polda Jambi mengerahkan 70 dirigen atau setara dengan 1.400 liter cairan X-Fire SILOG POLRI 01.
Solusi penanganan lahan gambut
Cairan X-Fire merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Slog Polri untuk mendukung efektivitas penanganan kebakaran, khususnya pada medan bernuansa lahan gambut. Formula ini dirancang dengan berbagai keunggulan teknis agar proses pemadaman berlangsung lebih efektif dan efisien.
Salah satu keunggulan utamanya terletak pada efisiensi penggunaan sumber daya air. Dengan komposisi 800 liter air yang dicampur 200 liter formula X-Fire, daya padam 1.000 liter campuran tersebut terbukti setara dengan 5.000 liter air murni.
Selain efisiensi air, formula X-Fire dirancang mampu meresap hingga ke lapisan dalam tanah gambut guna meredam bara api di bawah permukaan. Efek mendinginkan dari cairan ini juga krusial dalam menetralkan area terbakar sehingga api tidak kembali menyala.
Optimasi sumber daya
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa penerapan metode serta sarana yang tepat menjadi kunci utama Polda Jambi dalam mempercepat penanggulangan Karhutla di area gambut.
“Polda Jambi terus mengoptimalkan seluruh sumber daya dan sarana yang tersedia dalam penanganan Karhutla. Penggunaan cairan X-Fire oleh Satbrimob Polda Jambi merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pemadaman, mendinginkan area yang terbakar serta mencegah api kembali menyala,” ujar Kabid Humas.
Kombes Pol. Erlan menegaskan bahwa penanganan Karhutla di lahan gambut memerlukan langkah yang cepat dan tepat. Hal ini mengingat sifat api pada gambut yang dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan berpotensi memicu kebakaran susulan jika bara belum sepenuhnya padam.
“Sebanyak 1.400 liter cairan X-Fire yang digunakan dalam kegiatan ini diharapkan dapat membantu personel dalam melakukan pemadaman secara lebih efektif. Selain itu, karakteristik cairan tersebut juga membantu meredam asap dan bara api pada area yang terbakar,” jelasnya.
Perlindungan ekosistem
Lebih lanjut, penggunaan X-Fire dikembangkan dengan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem gambut. Langkah ini terbukti membantu menekan volume produksi asap pekat akibat kebakaran lahan.
“Polda Jambi akan terus melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan Karhutla secara maksimal. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Kabid Humas juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau potensi Karhutla di sekitarnya, sehingga tindakan penanganan dini dapat segera dilakukan.
Respons cepat yang ditunjukkan oleh Satbrimob Polda Jambi di Taman Nasional Berbak menjadi wujud nyata komitmen Polda Jambi dalam menanggulangi Karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlangsung ekosistem di Provinsi Jambi. (aLf/RaM)
Gen Z Takeaway
Polda Jambi memperkuat penanganan Karhutla di Taman Nasional Berbak dengan mengerahkan 1.400 liter cairan X-Fire untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api kembali menyala. Langkah ini diharapkan menekan dampak kebakaran sekaligus menjaga ekosistem gambut, dengan masyarakat diminta segera melaporkan titik api agar penanganan bisa lebih cepat.









