Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi, Jalur Logistik Aceh–Sumut Kembali Normal dan Siap Akselerasi Ekonomi

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 22 September 2026 | 16:04 WIB
Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi, Jalur Logistik Aceh–Sumut Kembali Normal dan Siap Akselerasi Ekonomi
Jembatan permanen Krueng Tingkeum yang kembali beroperasi [Dok. Kementerian PU]

astakom.com, Jakarta — Konektivitas dan arus logistik yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) secara resmi telah kembali normal.

Capaian ini terwujud seiring rampungnya pembangunan Jembatan permanen Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Berdasarkan informasi yang diterima, jembatan strategis ini resmi dibuka kembali untuk lalu lintas umum pada Minggu (20/09/2026). Beroperasinya jembatan tersebut secara efektif memulihkan konektivitas jalan nasional Banda Aceh–Medan sekaligus memperlancar jalur distribusi logistik antarprovinsi.

Saat ini, kendaraan sudah dapat melintasi dua lajur pada jembatan baru secara optimal tanpa tergantung lagi pada sistem buka-tutup yang sebelumnya diterapkan pada jembatan Bailey.

Kelancaran aksesibilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi kebutuhan pokok masyarakat, komoditas pertanian, serta berbagai sektor ekonomi vital dari dan menuju Bireuen.

Bagian penting pemulihan perekonomian daerah

Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan bahwa beroperasinya jembatan ini menjadi bagian penting dalam pemulihan infrastruktur dan perekonomian daerah pascabencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut pada November 2025.

“Dengan dibukanya Jembatan Krueng Tingkeum ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh yang sangat terdampak akibat bencana,” ujar Mukhlis, berdasarkan keterangannya dari situs resmi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Sumatera, dikutip Selasa (22/09/2026).

Sebagai catatan, Jembatan Krueng Tingkeum mengalami kerusakan struktur akibat menerjangnya banjir pada 26 November 2025.

Kerusakan tersebut sempat menghambat arus mobilitas pada salah satu koridor utama pergerakan orang dan barang di lintas timur Aceh.

Efektivitas jembatan darurat Bailey

Guna menjaga kelangsungan konektivitas selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung, pemerintah sebelumnya memasang jembatan darurat Bailey yang difungsikan mulai 27 Desember 2025, tepat satu bulan pascabencana.

Fasilitas akses sementara tersebut berhasil menjaga arus pergerakan kendaraan tetap terhubung. Kendati demikian, penerapannya menuntut pengaturan lalu lintas secara bergantian sehingga kerap memicu antrean saat terjadi lonjakan volume kendaraan.

Adapun jembatan permanen yang kini telah beroperasi penuh memiliki panjang 149,7 meter dengan struktur baja girder. Pembangunannya direalisasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh sebagai bentuk penanganan infrastruktur strategis pascabencana.

“Untuk memulihkan kembali jalur logistik, kita bangun Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang ini. Secara teknis, desain dan konstruksinya sudah dijaga rekan-rekan BPJN Aceh terkait mutu dan sudah diuji beban,” kata Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum, Gatot Sukmana.

Transisi menuju konstruksi permanen

Pascapengalihan lalu lintas ke jembatan baru, pemerintah akan melanjutkan tahap perbaikan pada struktur jembatan lama yang sebelumnya terintegrasi dengan jembatan Bailey.

Penanganan lanjutan ini krusial untuk memperkuat kapasitas daya dukung serta keandalan jalur nasional Banda Aceh–Medan dalam jangka panjang.

Sinergi dan kolaborasi berkelanjutan lintas instansi terbukti efektif dalam memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga secara konsisten, mulai dari fase tanggap darurat hingga beroperasinya infrastruktur permanen ini.

Kembali beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum menandai transisi penting dari upaya penanganan darurat menuju pemulihan infrastruktur secara permanen.

Selain memberikan kepastian serta kenyamanan mobilitas bagi masyarakat, keberadaan jembatan ini diyakini mampu memperkuat arus perdagangan dan mempercepat pemulihan ekonomi kawasan terdampak. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Konektivitas Aceh-Sumut kembali normal setelah Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen resmi beroperasi penuh. Setelah sebelumnya mengandalkan jembatan darurat Bailey, jalur nasional Banda Aceh–Medan kini lebih lancar tanpa sistem buka-tutup. Kehadiran jembatan permanen ini diharapkan mempercepat distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan pemulihan ekonomi kawasan terdampak bencana.

Kementerian PU Jembatan Krueng Tingkeum Pascabencana Aceh Sumut Sumatera Utara

Infografis

Terkini