Usai Evakuasi, Kemenhub Mulai Audit Keselamatan Operator KMP Mutiara Sentosa II
astakom.com, Jakarta – Penanganan insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II kini memasuki fase lanjutan. Setelah seluruh proses evakuasi korban rampung, perhatian pemerintah bergeser ke pembenahan sistem keselamatan pelayaran agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Melansir dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com, Rabu (05/08/2026), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mulai melakukan audit terhadap penerapan sistem manajemen keselamatan operator KMP Mutiara Sentosa II. Langkah tersebut berjalan beriringan dengan investigasi penyebab kebakaran yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Sementara itu, proses penanganan korban juga terus dituntaskan. Sebanyak 62 korban yang sebelumnya berada di Pulau Masalembu berhasil dievakuasi ke Surabaya menggunakan Kapal Negara Kenavigasian KN Masalembo. Dengan tambahan tersebut, total korban yang telah dievakuasi mencapai 238 orang, terdiri atas 233 orang selamat dan lima korban meninggal dunia.
Audit operator resmi dimulai
Melansir dari astakom.com, pemerintah sebelumnya memastikan proses evakuasi korban berjalan beriringan dengan investigasi KNKT serta pemenuhan hak-hak korban. Kini, setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, fokus penanganan bergeser pada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan operator sebagai langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyurati sekaligus memanggil operator PT Atosim Lampung Pelayaran untuk menjalani audit terhadap penerapan sistem manajemen keselamatan.
"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," tegas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud.
Kemenhub juga menegaskan dukungan penuh terhadap proses investigasi KNKT yang saat ini tengah mengumpulkan data dan menelusuri penyebab pasti kebakaran kapal.
"Untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," ujar Masyhud.
Budaya keselamatan jadi sorotan
Seiring berakhirnya operasi SAR khusus yang sebelumnya dipimpin Basarnas, penanganan di lapangan kini beralih menjadi operasi rutin kesiapsiagaan di bawah koordinasi Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, investigasi serta pengawasan terhadap aspek keselamatan pelayaran tetap dilanjutkan.
Berdasarkan kronologi resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Basarnas, KMP Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Sabtu (2/8/2026) pagi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tim SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan proses penyelamatan terhadap penumpang dan awak kapal hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Menurut Masyhud, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan pelayaran harus dibangun secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan. Operator kapal wajib memastikan proses pemuatan penumpang, kendaraan, maupun barang dilakukan sesuai prosedur, termasuk memastikan tidak ada barang berbahaya atau mudah terbakar yang diangkut tanpa pemeriksaan.
Di sisi lain, pengguna jasa transportasi laut juga diminta memberikan informasi yang benar mengenai barang bawaan serta tidak membawa barang yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
"Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran nasional," tutup Masyhud.
Investigasi jadi dasar evaluasi
Selain melakukan audit terhadap operator kapal, hasil investigasi KNKT nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran nasional. Evaluasi tersebut diharapkan mampu memperbaiki penerapan sistem manajemen keselamatan, prosedur penanganan keadaan darurat, hingga pengawasan terhadap operasional kapal penumpang sehingga risiko kecelakaan serupa dapat ditekan pada masa mendatang. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Evakuasi memang sudah selesai, tapi pekerjaan besarnya baru dimulai. Audit operator dan investigasi KNKT jadi momentum buat memastikan keselamatan pelayaran di Indonesia benar-benar naik level, bukan sekadar evaluasi sesaat setelah tragedi.









