ASEAN Update, Petaka Selat Singapura: Kargo Raksasa Tabrak Kapal Nelayan

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 22 September 2026 | 05:31 WIB
ASEAN Update, Petaka Selat Singapura: Kargo Raksasa Tabrak Kapal Nelayan
Asean Update, Petaka Selat Singapura: Kargo Raksasa Tabrak Kapal Nelayan [Ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Sebuah insiden mendebarkan baru saja terjadi di perairan dekat Selat Singapura. Kapal pengangkut muatan curah (bulker) berukuran raksasa dilaporkan menyenggol kapal nelayan asal Tiongkok hingga memicu kepanikan luar biasa di tengah laut.

Detik-detik mencekam tersebut terekam jelas dalam unggahan video yang mendadak viral di media sosial. Peristiwa itu sendiri diketahui terjadi pada Kamis silam (17/09/2026).

Detik-detik mencekam

Melalui rekaman dari sudut pandang para kru di atas kapal nelayan Luqing Yuanyu 108, terlihat sejumlah ABK sedang berjalan di area pinggir kapal. Dengan raut wajah waswas, mereka terus memantau pergerakan kapal bulker raksasa bernama First Margaux yang merayap makin dekat dari arah belakang.

“Kapal pengangkut muatan curah tersebut sedang bertolak dari Singapura pada saat itu,” ungkapnya  Channel News Asia, dilansir dari AsiaOne, Senin (21/09/2026).

Melihat jarak yang makin memangkas batas aman, seorang awak kapal tampak memberi gestur panik ke arah ruang kemudi kemungkinan kapten kapal,agar segera membelokkan haluan menjauhi kapal raksasa tersebut.

Di saat bersamaan, suara teriakan histeris saling bersautan. Para ABK berusaha sekuat tenaga memberi sinyal dan memperingatkan kru First Margaux tentang posisi kapal mereka yang sudah sangat terancam.

Benturan maut

Sayangnya, upaya tersebut kalah cepat dari laju kapal kargo. Bagian depan First Margaux akhirnya menghantam lambung kanan (starboard) Luqing Yuanyu 108. Dalam sekejap, suasana langsung berubah chaotic.

Benturan keras itu membuat Luqing Yuanyu 108 miring tajam hingga membuat air laut dalam jumlah besar langsung menerjang masuk ke dalam kapal. Para awak yang ketakutan hanya bisa berpegangan erat pada pagar pembatas agar tidak tersapu ombak.

Meski situasi perlahan tampak mereda menjelang akhir video, riuh teriakan para kru yang masih syok masih terdengar jelas.

“Insiden itu terjadi sekitar pukul 16.00 saat kapal niaga First Margaux sedang menuju Selat Malaka,” ungkap Maritime Executive.

Kronologi tabrakan

Kapal First Margaux sendiri merupakan angkutan muatan curah berukuran raksasa yang tengah bergerak ke arah barat usai meninggalkan area labuh jangkar di sisi timur Singapura. Sementara itu, Luqing Yuanyu 108 bertolak di waktu yang nyaris bersamaan dari kawasan labuh jangkar dekat Sentosa menuju ke arah selatan.

Berdasarkan data dari platform media Maritime Executive, titik tabrakan diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat kedua kapal sama-sama mengarah ke Selat Malaka.

Analisis pakar

Melihat peristiwa ini, sejarawan maritim sekaligus profesor dari Campbell University, Salvatore R. Mercogliano, memberikan tanggapannya di platform X. Ia mengingatkan bahwa perairan Singapura merupakan "salah satu area lalu lintas paling rumit dan sibuk di dunia".

"First Margaux berada di jalur skema pemisahan lalu lintas yang tepat," ucapnya merujuk pada sistem rute maritim yang dikelola oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk mencegah tabrakan antar-kapal.

Namun, Prof. Mercogliano menambahkan bahwa ada kapal curah lain bernama Gas Iris yang mendadak masuk ke rute tersebut dari sisi kanan First Margaux, sehingga menciptakan potensi bahaya baru.

Kondisi makin rumit karena pada momen yang sama, kapal Luqing Yuanyu 108 juga ikut masuk ke dalam jalur. Alhasil, kapal nelayan asal Tiongkok itu malah terjepit di antara dua kapal kargo raksasa.

"Sedikit saja belokan ke arah port (kiri) sebenarnya bisa menghindari situasi ini, namun ada belokan ke arah starboard (kanan) yang harus dilakukan untuk memasuki wilayah Singapura," tutup Prof. Mercogliano. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Jalur laut Selat Singapura itu ibarat perempatan jalanan paling macet pas rush hour salah manuver dikit langsung chaos. Kapal nelayan kecentok kargo raksasa gara-gara jalurnya kepotong dan kejepit di antara dua kapal gede. Pelajarannya: mau di darat atau di laut, blindspot dan traffic padat itu emang gak pernah bercanda!

ASEAN Asean update Selat Singapura Kapal kargo

Infografis

Terkini