Komitmen Zero Tolerance! BGN Telah Copot 137 Kepala SPPG di Berbagai Daerah

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:47 WIB
Komitmen Zero Tolerance! BGN Telah Copot 137 Kepala SPPG di Berbagai Daerah
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan keterangan di Kantor BGN [Dok. Biro Hukum dan Humas BGN]

astakom.com, JakartaBadan Gizi Nasional (BGN) nggak main-main soal kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tanpa kompromi, BGN take action tegas dengan melengserkan 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

“Saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia yaitu di Jawa Barat, lampung, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten dan Jawa Tengah termasuk yang kemarin dapurnya yang di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang," ungkap Kepala BGN, Sudaryono, seusai Rapat Pimpinan, di Kantor BGN, dikutip dari laman resmi BGN, Kamis (06/08/2026).

Sudaryono menegaskan bahwa pemecatan ini menyasar para pimpinan SPPG yang terbukti kena red flag, mulai dari pelanggaran disiplin hingga rekam jejak yang nabrak Standar Operasional Prosedur (SOP) dan merusak integritas MBG.

Bentuk penegakan disiplin organisasi

Tindakan pembersihan ini jadi bentuk penegakan disiplin organisasi atas serangkaian kasus krusial di lapangan, mulai dari insiden keracunan makanan yang fatal sampai dugaan spill penyimpangan dana operasional.

"Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain itu kita zero toleran, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good, tapi control is better," jelas Sudaryono.

Guna mencegah masalah serupa terulang, BGN kini sedang mengembangkan sistem pengawasan digital canggih agar seluruh proses masak-memasak di dapur SPPG bisa dipantau secara real-time dan terstruktur.

Komitmen transparansi BGN

Langkah ini juga dilengkapi dengan komitmen transparansi penuh kepada publik. BGN bakal membuka akses informasi seluas-luasnya agar stakeholder terutama orang tua, pihak sekolah, hingga pemerintah daerah bisa ikut mengawal dan memantau program ini secara terbuka.

“Sebagaimana janji saya setelah saya dilantik adalah bagaimana menyediakan informasi yang terbuka kepada pihak-pihak terkait khususnya orang tua, kemudian dinas kesehatan, dinas pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah itu mendapatkan informasi bahwa anaknya diberi menu makan apa oleh negara di hari ini, hari kemarin, hari esok, dan rencananya apa, kandungan gisinya apa, kemudian menu tadi itu dimasak di SPPG mana, kepala SPPG-nya siapa, dan ada keluhan apa, sehingga kita bisa lihat,” tutur Sudaryono. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Langkah BGN mencopot 137 Kepala SPPG menunjukkan bahwa kualitas dan keamanan Program MBG menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Penegakan disiplin, penguatan sistem pengawasan, dan komitmen transparansi menjadi sinyal bahwa program ini terus dibenahi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dengan standar pelayanan yang aman, akuntabel, dan terpercaya.

Kepala BGN Sudaryono Badan Gizi Nasional SPPG Kepala Dapur SPPG BGN

Infografis

Terkini