Indonesia Desak Aksi Nyata Lindungi Masjid Al-Aqsa dan Palestina

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:31 WIB
Indonesia Desak Aksi Nyata Lindungi Masjid Al-Aqsa dan Palestina
Indonesia Desak Aksi Nyata Lindungi Masjid Al-Aqsa dan Palestina [Kemlu RI]

astakom.com, Jakarta – Indonesia kembali menegaskan sikap tegasnya di kancah internasional. Sikap arogan, kekerasan warga Israel, hingga rentetan pelanggaran hukum internasional di wilayah Palestina mulai dari Yerusalem Timur, kompleks Masjid Al-Aqsa, hingga Tepi Barat ditegaskan tidak boleh lagi dibiarkan, apalagi dianggap wajar dinormalisasi.

Sikap tegas di Amman

Pernyataan keras ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (Wamenlu Tata), yang hadir mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania, pada Rabu (05/08/2026).

Dalam forum tersebut, Wamenlu Tata menekankan kembali support penuh Indonesia terhadap Hashemite Custodianship atas tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Al Haram Al Syarif, dan kemerdekaan penuh bagi Negara Palestina sesuai koridor hukum internasional.

Dinamika politik di Timur Tengah saat ini dinilai mengalami pergeseran drastis akibat eskalasi konflik yang memanas. Mulai dari meningkatnya aksi pemukim ilegal zionis di Tepi Barat, agresi militer Israel di Gaza, Suriah, dan Lebanon, hingga meningkatnya gesekan antara AS dan Iran.

“Indonesia mendorong agar komunitas internasional tidak lagi menggunakan cara-cara lama. Tidak lagi membiarkan pelanggaran Israel, dan tidak lagi menghadapinya secara terpecah. Perpecahan adalah celah yang selalu dimanfaatkan oleh Israel”, tutur Wamenlu Tata dikutip oleh astakom pada Kamis,(06/08/2026).

Langkah konkret RI

Sebagai bentuk penerjemahan langsung dari komitmen politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai prioritas utama, Indonesia tidak cuma bicara, tapi langsung menyodorkan lima langkah nyata:

  1. Membangun strategi bersama di atas fondasi persatuan.
  2. Mengambil aksi konkrit untuk mengawal hukum internasional dan mengeksekusi putusan Mahkamah Internasional.
  3. Mendorong lebih banyak negara di dunia untuk secara resmi mengakui kedaulatan Palestina.
  4. Memperkuat barikade perlindungan fisik maupun diplomasi bagi kompleks Masjid Al-Aqsa.
  5. Mengawal pembangunan kembali Gaza, menjaga persatuan nasional Palestina, serta menyokong penuh mandat UNRWA.

Isu kemanusiaan global

Indonesia juga mengingatkan kalau perjuangan membela Palestina bukanlah isu agama semata, melainkan isu kemanusiaan global yang menjadi perhatian dunia. Fix, dukungan untuk Palestina kini makin solid dari berbagai belahan bumi.

“Global South bersama kita. Bahkan negara-negara yang selama ini dekat dengan Israel telah menjatuhkan sanksi kepada pemukim warga Israel di tepi barat” tutur Wamenlu.

Lewat momentum ini, Wamenlu Tata mengajak seluruh negara peserta untuk membentuk koalisi raksasa demi mengawal hak-hak rakyat Palestina hingga tuntas.

Pertemuan penting di Amman ini memang dirancang khusus untuk memperkuat respons kolektif masyarakat dunia terhadap berbagai aksi sepihak Israel, khususnya yang mengancam status quo Yerusalem dan Al-Aqsa. Forum ini dihadiri oleh para Menlu, Wamenlu, dan delegasi dari Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Somalia, Pakistan, Maroko, Palestina, Malaysia, Qatar, dan Sekretaris Jenderal Liga Arab.

Hasil pertemuan Amman

Perjumpaan tersebut berhasil menghasilkan Joint Statement dengan beberapa poin krusial:

  1. Penguatan Institusi: Menyokong penuh keberlangsungan lembaga-lembaga Palestina di Yerusalem.
  2. Tolak Langkah Unilateral: Mengecam keras pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem karena terbukti menabrak hukum internasional.
  3. Gempuran Informasi: Meluncurkan kampanye media secara masif untuk menelanjangi kejahatan Israel serta dampaknya terhadap stabilitas keamanan kawasan dan global.

Keterlibatan aktif Indonesia di Amman menjadi bukti real-talk kalau bangsa ini tidak akan mundur sejengkal pun. Indonesia akan terus mengawal perjuangan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, menegakkan keadilan internasional, serta mewujudkan perdamaian yang adil di Timur Tengah. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Indonesia tegaskan isu Palestina itu bukan cuma soal agama, tapi murni pelanggaran HAM global yang butuh real action, bukan sekadar retorika. Lewat 5 langkah strategis—mulai dari pengakuan kedaulatan sampai pembentukan koalisi raksasa—Luar Negeri RI membuktikan komitmennya untuk speak up dan bergerak di panggung diplomasi dunia. Saatnya anak muda terus kawal isu ini agar perhatian dunia tidak meredup!

Indonesia Dukung Palestina Indonesia Stand With Palestine Indonesia Buat Palestina Indonesia For Palestine

Infografis

Terkini