Usai Evakuasi Korban, Kemenhub Mulai Audit Keselamatan KMP Mutiara Sentosa II
astakom.com, Jakarta – Penanganan insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II kini memasuki fase baru. Setelah proses penyelamatan korban berlangsung selama beberapa hari, pemerintah mulai mengalihkan fokus pada investigasi penyebab kebakaran sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Melansir dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima astakom.com, Selasa (04/08/2026), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan penanganan korban tetap berjalan bersamaan dengan proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Di saat yang sama, pemerintah juga memastikan seluruh hak korban dipenuhi.
Hingga hari ketiga pascakebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sebanyak 62 korban yang sebelumnya berada di Pulau Masalembu berhasil dievakuasi menuju Surabaya. Dengan tambahan tersebut, total 238 penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi sejak insiden terjadi.
Operasi SAR beralih
Seiring semakin lengkapnya proses pendataan korban, operasi pencarian dan penyelamatan khusus resmi diakhiri dan beralih menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang tetap dipusatkan di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan, keputusan itu diambil setelah proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan dukungan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil pendataan, awak kapal juga telah mengarahkan penumpang menuju anjungan dan mengenakan jaket keselamatan sebelum meninggalkan kapal saat kondisi darurat.
"Atas dasar itu, operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II secara resmi kami alihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, operasi rutin tetap difokuskan di perairan sekitar lokasi kejadian dan kami tetap membuka posko pengaduan apabila terdapat laporan baru dari masyarakat," ujar Syafii.
Sebelumnya, berdasarkan kronologi yang disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Basarnas pada hari pertama kejadian, KMP Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Sabtu (2/8/2026) pagi di perairan utara Sumenep. Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Audit Keselamatan Dimulai
Selain memastikan penanganan korban, Kementerian Perhubungan kini mulai memperkuat aspek pengawasan terhadap operator kapal. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mendukung penuh investigasi KNKT untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus melakukan audit terhadap sistem manajemen keselamatan operator KMP Mutiara Sentosa II.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memanggil operator kapal sebagai bagian dari proses audit.
"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi sehingga diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari," tegas Masyhud.
KNKT sendiri telah menerjunkan tim investigator ke lokasi untuk mengumpulkan data, memeriksa kondisi kapal, serta berkoordinasi dengan berbagai instansi yang terlibat dalam penanganan insiden.
Evaluasi jadi prioritas
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga memastikan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi peningkatan keselamatan transportasi laut nasional.
"Atas nama pemerintah, kami kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Dengan rasa duka yang mendalam, terdapat lima korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ujar Dudy.
Ia menambahkan, pemerintah melalui PT Jasa Raharja telah memastikan korban memperoleh haknya, mulai dari pembiayaan perawatan hingga santunan. Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan berbagai instansi terkait untuk memfasilitasi pemulangan jenazah korban ke daerah asal tanpa membebani keluarga.
Dudy juga menegaskan bahwa hasil investigasi akan menjadi dasar pembenahan sistem keselamatan pelayaran ke depan.
"Yang terjadi sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi. Bila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Dudy.
Penanganan KMP Mutiara Sentosa II kini memasuki tahap lanjutan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian dampak insiden, tetapi juga pada upaya memperkuat standar keselamatan transportasi laut melalui investigasi, audit operator, serta evaluasi prosedur penanganan keadaan darurat. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Evakuasi memang sudah memasuki fase akhir, tetapi pekerjaan besar berikutnya justru dimulai. Audit keselamatan dan investigasi penyebab kebakaran menjadi kunci agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di pelayaran Indonesia.









