PM Tailan Sebut ASEAN di Persimpangan Jalan Hadapi Tantangan Global

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:02 WIB
PM Tailan Sebut ASEAN di Persimpangan Jalan Hadapi Tantangan Global
PM Tailan Sebut ASEAN di Persimpangan Jalan Hadapi Tantangan Global [Ilustrasi/Gemini]

astakom.com, Jakarta – Perdana Menteri (PM) Tailan, Anutin Charnvirakul, baru aja bikin pernyataan krusial terkait nasib Asia Tenggara. Menurutnya, ASEAN saat ini lagi berada di persimpangan jalan. Pilihan dan langkah yang diambil hari ini bakal jadi penentu apakah organisasi bangsa-bangsa di Asia Tenggara ini mampu terus mengendalikan masa depannya sendiri, sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai kekuatan yang terpercaya dan konstruktif di panggung regional maupun global.

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh PM Anutin saat berpidato pada kunjungan perdananya ke Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Selasa (04/8/2026), yang menjadi bagian dari agenda kunjungan kerjanya selama 2 hari di Indonesia pada 3–4 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, PM Anutin menyampaikan refleksi mendalam mengenai posisi strategis ASEAN saat ini.

"Saya percaya ASEAN kini berada di sebuah persimpangan jalan. Pilihan-pilihan yang kita ambil hari ini akan menentukan apakah ASEAN mampu terus membentuk masa depannya sendiri serta tetap menjadi kekuatan yang dipercaya dan konstruktif, baik di tingkat kawasan maupun global," tuturnya dikutip oleh astakom pada Rabu (05/08/2026).

Refleksi 59 tahun ASEAN

Anutin mengingatkan kalau dunia yang dihadapi ASEAN sekarang sudah sangat berbeda jauh dibanding saat organisasi ini pertama kali didirikan pada tahun 1967 silam.

Kala itu, lanjut Anutin, kawasan Asia Tenggara dipenuhi oleh dinamika konflik, rasa saling tidak percaya, dan persaingan ketat. Namun, para pendiri ASEAN memilih untuk bersatu dengan keyakinan kuat kalau perdamaian dimulai ketika dialog lebih dikedepankan daripada perpecahan, serta kerja sama diprioritaskan ketimbang konfrontasi.

Ancaman Geopolitik hingga AI

Memasuki usianya yang ke-59 tahun, beban dan tekanan yang dihadapi ASEAN dinilai makin kompleks. Berbagai isu kini saling berkaitan dan berdampak langsung ke kondisi perekonomian hingga kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan.

Persaingan strategis antarsektor dan antarnegara mulai memengaruhi arus perdagangan, investasi, lompatan teknologi, sampai rantai pasok global. Ditambah lagi, konflik memanas di berbagai kawasan termasuk Timur Tengah berpotensi besar mengganggu stabilitas pasokan energi dan memicu lonjakan biaya di seluruh wilayah.

Tak hanya soal geopolitik, Perdana Menteri Tailan ini juga menyoroti perkembangan pesat kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Menurut Anutin, AI punya potensi besar buat jadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi. Namun di sisi lain, teknologi ini juga berisiko dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan lintas negara untuk beroperasi lebih cepat tanpa batas.

"Semua ini merupakan tantangan regional yang membutuhkan jawaban regional," ucapnya.

Strategi penguatan internal kawasan

Menghadapi tumpukan tantangan tersebut, Anutin menegaskan kalau ASEAN wajib merespons dengan penuh percaya diri (confidence). ASEAN perlu memperkuat fondasi dari dalam agar tahan banting terhadap berbagai tekanan luar, sekaligus tetap memegang kendali atas pilihan strategis mereka dan rajin mendiversifikasi opsi saat berinteraksi dengan dunia internasional.

Langkah konkret ini, menurutnya, harus diwujudkan lewat konsistensi dan kolaborasi yang nyata.

"Hal itu berarti memperdalam integrasi, memperkuat institusi, dan memperluas kemitraan," lanjutnya.

Momen historis kunjungan kemitraan

Momen kedatangan PM Tailan ke Sekretariat ASEAN kali ini terasa sangat spesial karena menjadi yang pertama kalinya sejak kunjungan terakhir perdana menteri Tailan pada tahun 2009. Sebelum menyambangi Sekretariat ASEAN, PM Anutin juga sempat hadir dan memberikan pidato di forum bisnis Tailan-Indonesia.

PM Anutin sendiri mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (03/08/2026) sore untuk memulai rangkaian kunjungan kenegaraannya.

Agenda resmi ini menjadi lawatan perdana Anutin ke Indonesia semenjak dilantik secara resmi sebagai PM ke-32 Thailand pada September 2025. Kunjungan ini sekaligus memecahkan rekor sebagai kunjungan pertama seorang Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Dunia lagi nggak baik-baik saja, dan ASEAN butuh upgrade cara main biar nggak cuma jadi penonton di tengah konflik global dan disrupsi AI. Kalau negara-negara Asia Tenggara nggak solid dari sekarang, dominasi ekonomi dan keamanan kawasan kita yang bakal dipertaruhkan.

PM Tailan ASEAN Asean update Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul

Infografis

Terkini