Kemenkes Dorong Deteksi Dini Penyakit Degeneratif via Program Cek Kesehatan Gratis

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:01 WIB
Kemenkes Dorong Deteksi Dini Penyakit Degeneratif via Program Cek Kesehatan Gratis
Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Selasa (17/6/2026). [astakom/M Syauqi Amrullah]

astakom.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai deteksi dini menjadi langkah penting untuk menghadapi meningkatnya kasus penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif yang kini menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar faktor risiko penyakit dapat diketahui sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Melansir dari media nasional pada Rabu (05/08/2026), langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan angka harapan hidup masyarakat di tengah perubahan pola penyakit di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, perbaikan sanitasi, layanan kesehatan, dan penanganan penyakit infeksi dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah pola penyakit di Indonesia.

Jika sebelumnya penyakit infeksi mendominasi, kini penyakit degeneratif menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui pendekatan promotif dan preventif.

Pola penyakit berubah

Dante mengatakan perubahan tersebut sejalan dengan meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat yang turut mendorong kenaikan angka harapan hidup.

"Nah, sekarang dengan dieliminasi sanitasi yang makin baik, kemudian fasilitas kesehatan yang makin bagus, pengobatan infeksi makin bagus, bergeser yang tadinya penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif atau penyakit menua," kata Dante di Jakarta dikutip dari media nasional.

Ia menyebutkan, pada 1965 angka harapan hidup masyarakat Indonesia masih sekitar 43 tahun. Kini, angka tersebut telah meningkat menjadi sekitar 74,5 tahun. Meski demikian, perubahan itu juga diikuti dengan meningkatnya beban penyakit tidak menular yang memerlukan upaya pencegahan sejak dini.

Cegah Silent Killer

Menurut Dante, penyakit seperti hipertensi dan diabetes sering berkembang tanpa gejala sehingga baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan faktor risiko lebih awal.

"Kalau ingin meningkatkan angka harapan hidup, kita harus mengatasi penyakit silent killer yang sering tidak bergejala. Banyak penderita hipertensi dan diabetes tidak menyadari kondisinya hingga memicu komplikasi serius," ujar Dante.

Senada dengan itu, Kemenkes menilai deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan dapat membantu menemukan hipertensi, diabetes, maupun faktor risiko penyakit lainnya sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Perkuat pemeriksaan kesehatan

Kemenkes terus memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif. Berdasarkan evaluasi program, pemeriksaan kesehatan telah membantu menemukan banyak kasus penyakit yang sebelumnya belum terdeteksi, sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan lebih cepat.

"Kami memperkuat deteksi dini agar hipertensi, diabetes, dan faktor risiko penyakit lainnya ditemukan sebelum menimbulkan komplikasi. Pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah kematian dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia," kata Dante.

Pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis agar penyakit tidak menular dapat diketahui lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi komplikasi yang mengancam kesehatan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Penyakit seperti hipertensi dan diabetes sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi cara sederhana untuk mengetahui kondisi tubuh lebih dini sekaligus mencegah risiko komplikasi di kemudian hari.

Kemenkes Penyakit Kesehatan Cek Kesehatan Gratis Penyakit Degeneratif

Infografis

Terkini