Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket, Ini Misi Besarnya buat Petani dan Harga Pangan
astakom.com, Jakarta - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang peran dan fungsinya ramai dibahas langsung dapat klarifikasi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas.
Zulhas mengklarifikasi kalau koperasi ini bukan tempat belanja modern kayak minimarket atau supermarket yang ada di pikiran orang-orang. Ia menegaskan kalau koperasi ini dibikin sebagai infrastruktur pemerintah buat menyalurkan berbagai program subsidi sekaligus jadi offtaker alias penyerap hasil tani.
"Koperasi ini bukan supermarket, karena di benaknya teman-teman dulu itu koperasi itu supermarket. Jadi sekali lagi, koperasi ini adalah infrastruktur pemerintah untuk nanti menyalurkan barang-barang subsidi, ya, dan barang-barang bantuan pemerintah," kata Zulhas dalam konferensi pers, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (29/07/2026).
Fungsi KDKMP
Selain jadi jalur resmi buat bantuan pemerintah, KDKMP ini berfungsi sebagai offtaker komoditas pangan prioritas, contohnya beras. Lewat skema ini, petani nggak bakal kena permainan harga oleh tengkulak nakal lagi.
Zulhas mencontohkan, misalnya harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dipatok Rp6.500 per kilogram, tapi tengkulak nawar di harga Rp5.000 per kilogram, koperasi bakal gercep nyerap gabah petani sesuai HPP lewat kerja sama dengan Bulog.
"Tentu yang paling mendasar itu dulu yang akan dijalankan, nanti dilihat perkembangannya. Kalau koperasinya sudah bagus, di desa itu ada potensi berbagai hal, bisa saja koperasinya mengembangkan ada desa wisata, ada desa tematik, ada macam-macam. Tetapi yang paling mendasar tadi, infrastruktur dan sebagai offtaker," kata Zulhas.
Potong rantai pasok panjang, biar petani nggak rugi
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, juga ikutan speak up soal peran dan fungsi Kopdes Merah Putih. Menurutnya, kehadiran koperasi desa ini bakal memangkas rantai pasok komoditas pertanian yang selama ini dinilai kepanjangan.
"Ini koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian, ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain, rantai pasok. Itu dari delapan menjadi tiga. Jadi dari delapan rangkaian menjadi tiga. Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat," kata Mentan Amran dikutip oleh astakom.com pada Rabu (29/7/2026).
Bidik kesejahteraan petani
Selama ini, rantai distribusi yang panjang cuma bikin untung para perantara alias middleman. Dari hitung-hitungan pemerintah buat sembilan komoditas pertanian, keuntungan yang didapat para perantara ini tembus sampai Rp313 triliun.
Amran menilai, kalau sebagian keuntungan jumbo itu dialihkan lewat koperasi, pendapatan petani otomatis bakal naik dan daya beli masyarakat juga bakal makin terdongkrak.
"Artinya apa? Ada Rp263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik, konsumen yang biasanya beli 1 kg bisa menjadi 1,5 kg," katanya.
Distribusi pangan bakal merata
Bukan cuma urusan nyerap hasil panen, koperasi ini juga bikin hidup petani makin tenang karena urusan pupuk bakal langsung didistribusiin di tingkat desa. Petani juga nggak perlu repot-repot jalan jauh ke gudang Bulog cuma buat jual gabah mereka.
Nantinya, koperasi ini bakal menjalankan fungsi distributor lewat Agrinas Pangan. Skema ini diharapin bisa mindahin komoditas dari daerah yang lagi surplus (kelebihan pasokan) ke wilayah yang lagi kekurangan stok. Jadi nggak ada lagi drama pangan.
"Ada dua fungsi, offtaker, sayur-sayuran yang selama ini biasa kita lihat tomat dibuang, sayur dibuang, cabai dibuang karena harganya murah. Tapi di Timur, di Aceh murah tapi di Timur mahal. Nah, inilah fungsi Agrinas Pangan nanti meng-organize dari Sabang sampai Merauke," kata Amran. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Banyak yang ngira Kopdes Merah Putih bakal jadi minimarket, padahal role utamanya jadi offtaker hasil panen sekaligus jalur distribusi subsidi pemerintah. Pemerintah juga mau cut rantai pasok biar petani dapet harga lebih fair dan masyarakat bisa nikmatin pangan yang lebih stabil. Targetnya, no more drama tengkulak dan distribusi makin on point.









