Fikih Keluarga dan Ancaman Nonmiliter Jadi Sorotan Ulama dan Akademisi di Buntet

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 29 Juli 2026 | 09:08 WIB
Fikih Keluarga dan Ancaman Nonmiliter Jadi Sorotan Ulama dan Akademisi di Buntet
Fikih Keluarga dan Ancaman Nonmiliter Jadi Sorotan Ulama dan Akademisi di Buntet [Dok. Kemenag]

astakom.com, JakartaKementerian Agama bakal mengadakan National Symposium of Ulama and Penghulu to Strengthen the Resilience of Sakinah and Maslahah Families atau disebut Nasuha.

Di event ini, para ulama dan akademisi bakal spill pemikiran buat ngebahas berbagai isu krusial, mulai dari fikih keluarga kontemporer sampai ancaman nonmiliter yang makin unpredictable.

Gelar Simposium Nasuha

Simposium ini bakal digelar pada 9–10 September 2026 di Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tahun ini, tema yang diusung adalah "Menyatu Langkah Ulama dan Penghulu: Akselerasi Layanan Syar'i-Adaptif Menuju Konstruksi Keluarga Sakinah-Maslahah".

Agenda Nasuha disiapin jadi wadah diskusi akademik yang mempertemukan ulama, penghulu, akademisi, peneliti, hingga para pegiat hukum perkawinan Islam. Harapannya, brainstorming di forum ini bisa ngasih dampak positif rekomendasi strategis demi memperkokoh layanan KUA dan bikin ketahanan keluarga di Indonesia makin solid.

6 fokus utama

Total ada 6 subtema riset yang diproyeksikan bakal jadi fondasi rekomendasi kebijakan, yaitu:

  1. Implementasi KMA Nomor 1644 Tahun 2025 tentang Kepala KUA untuk penguatan layanan keluarga sakinah-maslahah.
  2. Penguatan resiliensi keluarga dalam menghadapi ancaman nonmiliter contohnya seperti ekstremisme, kekerasan, hingga pergeseran nilai-nilai keluarga.
  3. Pengembangan fikih keluarga kontemporer lewat reinterpretasi teks klasik yang diintegrasikan dengan hukum positif.
  4. Penguatan ketahanan keluarga di tengah krisis ekologis, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.
  5. Revitalisasi bimbingan perkawinan calon pengantin serta konseling keluarga yang berkelanjutan.
  6. Pengarusutamaan modal sosial dan kearifan lokal demi memperkokoh ketahanan keluarga di Indonesia

Ujung tombak Kemenag

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama Ahmad Zayadi, menekankan kalau KUA bareng penghulu dan Penyuluh Agama Islam adalah ujung tombak pelayanan Kemenag di tingkat akar rumput.

Oleh karena itu, adanya Nasuha menjadi sarana pengokohan kelembagaan sekaligus ruang kerjasama pemikiran agar layanan keperdataan Islam bisa bertransformasi jadi lebih inklusif, responsif, dan aplikatif.

Layanan perkawinan inklusif

"Melalui Simposium Nasuha ini, Kemenag merangkul konvergensi pemikiran antara otoritas keagamaan struktural dan kultural untuk memperkuat kapasitas institusi serta mutu layanan pembinaan keluarga di tengah dinamika masyarakat modern," papar Zayadi di Jakarta, Selasa (28/07/2026). (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Isu ketahanan keluarga sekarang bukan cuma soal hubungan internal, tapi juga gimana keluarga bisa bertahan dari gempuran krisis ekologi, ekonomi, hingga ancaman ekstremisme. Lewat pendekatan fikih yang lebih adaptif dan kekinian, upaya ini penting banget buat bikin fondasi hubungan dan mental health generasi muda mendatang lebih terlindungi.

kemenag ri kemenag update Kementerian Agama Fikih Keluarga

Infografis

Terkini