Bersinergi! 11 Kampus Vokasi KKP Kini Bersatu dalam Ocean Institute of Indonesia

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 24 Juli 2026 | 03:08 WIB
Bersinergi! 11 Kampus Vokasi KKP Kini Bersatu dalam Ocean Institute of Indonesia
Bersinergi! 11 Kampus Vokasi KKP Kini Bersatu dalam Ocean Institute of Indonesia [KemenpanRB]

astakom.com, JakartaPendidikan vokasi kelautan di Indonesia memasuki babak baru. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia sebagai langkah besar untuk menyatukan 11 satuan pendidikan vokasi di bawah satu identitas kelembagaan.

Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama. KKP menargetkan sistem pendidikan yang lebih terintegrasi, mulai dari pembaruan kurikulum, penguatan riset, hingga penyiapan talenta maritim yang mampu menjawab kebutuhan industri kelautan dan perikanan yang terus berkembang.

Peresmian OII digelar di Ballroom KKP, Jakarta Pusat, Selasa silam (21/07/2026) dan dilakukan oleh enam menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.

Rombak sistem pendidikan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan gagasan menyatukan seluruh satuan pendidikan vokasi KKP telah dipersiapkan sejak lama setelah dirinya meninjau langsung kondisi setiap kampus. Menurutnya, transformasi tersebut dibutuhkan agar pendidikan vokasi memiliki arah yang sama dan mampu mengikuti perkembangan industri kelautan.

"Saya sudah datangi semua. Lalu kemudian saya perhatikan di lingkungan dalamnya dan seterusnya. Saya ingin ini disatukan," ujar Menteri Trenggono Melansir dari laman resmi KKP pada Kamis, (23/07/2026).

Ia menegaskan, perubahan yang dilakukan tidak hanya menyentuh struktur kelembagaan, tetapi juga mencakup pembaruan sistem pendidikan secara menyeluruh.

"Saya ingin ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, hingga tujuan akhirnya. Karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya," ungkap Menteri Trenggono.

Sebanyak 11 satuan pendidikan yang kini terintegrasi dalam Ocean Institute of Indonesia meliputi Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, Karawang, Pangandaran, Sidoarjo, Jembrana, Kupang, Bone, Bitung, Sorong, serta Akademi Komunitas Wakatobi.

Ke depan, setiap kampus akan memiliki spesialisasi sesuai potensi wilayah masing-masing. Ada yang difokuskan pada penangkapan ikan, budi daya perikanan, pengolahan hasil perikanan, hingga konservasi, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang lebih mendalam dan sesuai kebutuhan sektor kelautan.

Disiapkan jadi pusat inovasi

Transformasi OII juga mendapat dukungan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto. Menurutnya, kehadiran institut ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan.

"OII dapat menjadi Center of Excellence yang bisa menghasilkan startup-startup baru di sektor kelautan dan perikanan," harapnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan OII sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan, sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan ekonomi berbasis sumber daya laut.

Gandeng kampus dan mitra industri

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, KKP melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) juga memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra. Kerja sama dijalin dengan Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Universitas Nusa Cendana, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Universitas Trunojoyo, Sampoerna University, serta mitra industri dari Korea Selatan.

Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta melaporkan bahwa 11 satuan pendidikan tinggi yang kini tergabung dalam OII menerapkan pembelajaran vokasi berbasis industri dengan seluruh peserta didik berasal dari keluarga pelaku usaha kelautan dan perikanan. Hingga saat ini, institusi pendidikan di bawah KKP telah meluluskan 27.819 orang yang sebagian besar telah terserap di dunia usaha dan industri.

Transformasi Ocean Institute of Indonesia menjadi langkah KKP untuk membangun pendidikan vokasi kelautan yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan industri, riset, dan pembangunan ekonomi biru. Dengan setiap kampus memiliki keunggulan masing-masing serta didukung kolaborasi lintas perguruan tinggi dan mitra industri, OII diharapkan mampu melahirkan talenta maritim yang siap bersaing di level global. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Buat generasi muda yang ingin berkarier di sektor kelautan, langkah ini bisa jadi sinyal kalau dunia maritim Indonesia lagi naik level—bukan cuma soal melaut, tapi juga membuka ruang buat inovasi, riset, hingga startup berbasis teknologi kelautan.

Ocean Institute of Indonesia (OII) KKP Universitas pendidikan OII Pendidikan vokasi kelautan di Indonesia

Infografis

Terkini