Mensos Tegaskan Kemiskinan Bukan Penghalang Sekolah

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
Mensos Tegaskan Kemiskinan Bukan Penghalang Sekolah
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyonoberdialog dengan siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor, Selasa (2/6/2026). [Kemensos].

astakom.com, Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh memadamkan mimpi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mengenyam pendidikan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor, kemarin (02/06/2026), didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) membedah pola rekrutmen Sekolah Rakyat yang mendobrak aturan konvensional. Sekolah ini tidak menggunakan sistem pendaftaran reguler, melainkan lewat metode jemput bola (outreach) oleh pendamping Kemensos untuk menyisir anak-anak telantar, putus sekolah, maupun yang berada dalam situasi rentan.

"Kita mulai dengan kejujuran, insya Allah akan berkah dan kita akan membuat anak-anak ini sukses. Presiden kita lebih senang kalau kita jujur dan menyampaikan apa adanya," ujar Gus Ipul di hadapan para orang tua murid, dikutip dari laman Kemensos.

Dari nyaris putus sekolah hingga tak pernah mengenyam kelas

Dialog hangat yang digelar Gus Ipul bersama para siswa melahirkan momen-momen emosional. Salah satunya datang dari Vikar Ziyad Rasya (13), siswa yang mengaku hidupnya berubah total setelah diselamatkan oleh Sekolah Rakyat.

Sebelumnya, Rasya harus membagi waktu antara membantu orang tua berdagang dan menghadapi bayang-bayang putus sekolah karena ketiadaan biaya.

"Dulu takut banget, takut di-bully. Tapi di sini benar-benar berbeda. Makan, kasih sayang, sampai kegiatan sekolah semua tercukupi. Kami diajar fokus belajar dengan suasana yang seru dan tanpa ada perundungan," cerita Rasya dengan mata berkaca-kaca namun penuh percaya diri.

Tak hanya Rasya, Gus Ipul juga memperkenalkan Muhammad Al-Jabbar (15), seorang remaja yang kisah pilunya sempat sampai ke telinga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Di usianya yang sudah beranjak dewasa, Al-Jabbar baru kali ini bisa merasakan duduk di bangku sekolah setelah sebelumnya tidak pernah mengecap pendidikan sama sekali.

Pesan untuk orang tua: jangan malu, anak harus sukses

Gus Ipul memberikan motivasi mendalam kepada para siswa agar tetap menghormati jerih payah orang tua mereka yang bekerja keras di sektor informal. Di sisi lain, ia meminta komitmen penuh dari para wali murid untuk mendukung anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan di asrama.

"Orang tuanya mungkin belum sukses, tetapi anak-anaknya harus menjadi orang-orang yang sukses. Apa pun keadaan orang tuamu, tetap bangga dan hormat kepada ayah dan ibumu," tegas Mensos, yang langsung disambut seruan "Siap!" secara serentak oleh para orang tua yang hadir.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan penampilan yel-yel penuh energi dari para siswa SRMP 10 Bogor, yang menjadi simbol optimisme baru bagi anak-anak yang sempat terpinggirkan oleh keadaan ekonomi. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway 

Kemensos lagi bikin gerakan yang beneran hands-on nih, guys! Gus Ipul baru aja spill sistem Sekolah Rakyat yang rekrutmennya gak pakai jalur zonasi atau nilai, melainkan langsung dijemput bola sama petugas buat anak-anak yang hampir putus sekolah. Ada cerita dari Rasya (13) yang tadinya harus ikut dagang dan takut kena bully, sekarang malah betah banget di asrama karena vibes-nya supportive dan dapet full kasih sayang. Pokoknya, broken home atau ekonomi sulit bukan alasan buat gak sukses—mentalnya harus tetap menyala!

Gus Ipul Mensos Gus Ipul sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo

Infografis

Terkini