Menara Eiffel Bercahaya: Paris Tampilkan Bendera Palestina dan Israel Jelang Sidang PBB
astakom.com, Jakarta - Menjelang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80, Paris tampil dengan simbol perdamaian yang mencuri perhatian dunia.
astakom.com, Jakarta - Menjelang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80, Paris tampil dengan simbol perdamaian yang mencuri perhatian dunia.
astakom.com, Jakarta - Menanggapi eskalasi kekerasan Israel yang terus meningkat, Indonesia aktif mengecam agresi Israel diseluruh kawasan berdaulat. Indonesia
astakom.com, Jakarta – Dukungan Presiden Prabowo Subianto kepada Emir Qatar pasca serangan Israel dinilai sebagai langkah diplomatik yang tepat. Hal itu sebagai
astakom.com, Jakarta – Upaya Indonesia dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza menuai pujian dari negara tetangga,
astakom.com, Yordania - Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas perintah Presiden Prabowo Subianto, melalui Satgas TNI Garuda Merah Putih-II kembali melaksanakan
astakom, Jakarta — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyampaikan bahwa Indonesia akan segera mengirimkan bantuan pangan berupa 10 ribu ton beras
astakom, Jakarta — Dua petinggi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) turut hadir dalam Aksi Bela Palestina yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas),
Pemerintah Indonesia hadir bak secercah cahaya di tengah krisis yang melanda sektor pertanian Palestina akibat konflik berkepanjangan. Di tengah situasi yang penuh tantangan itu, Pemerintah Palestina menaruh harapan besar pada kerja sama strategis yang dijalin bersama Indonesia di bidang pertanian.
Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan dukungan konkret bagi rakyat Palestina. Sebanyak 10.000 ton beras bantuan kemanusiaan resmi disalurkan kepada Palestina, sebagai bentuk solidaritas sekaligus respons terhadap krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
astakom, Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan mengejutkan bertajuk "From Economy of Occupation to Economy of Genocide", yang disampaikan o