Menteri ESDM: Presiden Minta Tertibkan Kegiatan Pertambangan
astakom.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menertibkan sel
astakom.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menertibkan sel
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia beserta jajaran di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (31/7).
Pemerintah menargetkan investasi jumbo untuk menggenjot hilirisasi sumber daya alam nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, hingga tahun 2040, Indonesia membutuhkan total investasi sekitar USD618 miliar atau setara Rp10.157 triliun.
Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki posisi strategis dalam sektor energi dan sumber daya alam, seiring besarnya cadangan energi nasional dan keberhasilan implementasi kebijakan hilirisasi.
Pemerintah Indonesia bersiap mengukir babak baru dalam perdagangan energi, kali ini dengan mengirimkan listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) ke Singapura.
Pemerintah memastikan proyek raksasa pengembangan baterai kendaraan listrik senilai USD 9,8 miliar akan segera masuk tahap groundbreaking, dengan target sebelum Agustus 2025.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kabar hengkangnya konsorsium LG dari proyek hilirisasi baterai di Indonesia tidak benar.
Pemerintah resmi melibatkan Badan Pengelola Investasi Danantara dalam proyek pengembangan baterai kendaraan listrik, menggantikan perusahaan Korea Selatan LG yang dinilai terlalu lamban.
Pemerintah menargetkan penerapan bahan bakar biodiesel 50 persen, atau B50 akan mulai dilakukan pada tahun 2026 mendatang. Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung.
Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi di era ekonomi hijau. Hal ini juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, dengan berbekal pada bonus demografi.