Cara Aman Lindungi Anak-Anak dari Abu Vulkanik, Yuk Simak Panduannya
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, partikel yang terbawa udara dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, hingga kulit, sehingga perlindungan ekstra
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, partikel yang terbawa udara dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, hingga kulit, sehingga perlindungan ekstra
Pesawat maskapai lokal lepas landas di Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (08/09/2026), usai ditutup dua hari akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Erupsi gunung api tekan ekonomi daerah, terutama logistik dan penerbangan. Sebanyak 2.961 penerbangan terganggu dan 341.000 penumpang terdampak.
Sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini mulai kembali beroperasi.
Tapi, BMKG tetep mengingatkan kalau sebaran abu ini masih bisa bikin kualitas udara drop dan ngacauin jarak pandang.
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel halus yang terbawa angin bisa menyebar jauh dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak bisa diperlakukan seperti debu rumah biasa.
Pekerja membersihkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada pesawat Citilink di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). [astakom/str-Rachma
Aktivitas penerbangan di tujuh bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih belum kembali normal.
Abu vulkanik Anak Krakatau ganggu penerbangan, INACA hitung kerugian maskapai Rp10-19 miliar per hari dan bisa tembus Rp100 miliar.