Indonesia Gercep Hubungi Menlu Malaysia soal Protes Asap Karhutla, Mendagri Tito Spill Isi Pembicaraannya
astakom.com, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri akhirnya buka suara merespons protes dari Malaysia akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Tanah Air. Mendagri Tito Karnavian menegaskan kalau masalah pelik ini nggak bisa diselesaikan sendirian dan butuh teamwork nasional yang solid.
"Tidak bisa diatasi sendiri oleh satu pihak, apalagi oleh Pemda saja. Perlu didukung oleh kekuatan nasional, TNI, Polri, BNPB, kemudian Kementerian Kehutanan, Kementerian LH. Nah, karena ini tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja," ungkap Tito kepada awak media di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Diplomasi antar-negara: Menlu RI kontak langsung Menlu Malaysia
Sebelumnya, langkah gercep diplomasi udah ditempuh pemerintah Indonesia merespons isu lintas batas tersebut. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir gercep menghubungi Menlu Malaysia, Mohamad Hasan, buat njelasin action plan penanggulangan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Komunikasi intens ini juga jadi tindak lanjut dari obrolan via telepon antara Presiden Prabowo Subianto dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya.
“Ya kita sudah berkomunikasi dengan (Malaysia), dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” beber Arrmanatha saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu (11/10/2026). Ia juga nambahin, “Harapan kita ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan.”
Tantangan padamkan lahan gambut butuh air super banyak
Mendagri Tito nambahin penjelasan teknis kenapa karhutla di Indonesia butuh penanganan extraordinary. Mayoritas wilayah yang terbakar adalah lahan gambut yang butuh suplai air raksasa buat dipadamkan, sehingga nggak bisa diselesaikan instan begitu aja.
"Nah, saya berharap tentu kolaborasi ini yang menjadi sangat penting. Kalau lahan gambut setahu saya, hanya bisa dipadamkan dengan volume air yang besar. Entah itu melalui hujan alami ataupun hujan buatan," ujar Tito. "Kemudian yang kedua adalah mengalirkan air sebanyak-banyaknya, ya melalui irigasi misalnya, dengan dari sumber air, entah sungai, danau, bendungan, waduk dan lain-lain, sampai masuk ke dalam," imbuhnya.
Instruksi tegas kepala daerah dan Forkopimda gerak bersama
Menghadapi situasi genting ini, Mendagri udah ngasih instruksi telak ke seluruh kepala daerah buat all-out melakukan pencegahan. Jajaran Forkopimda diminta turun tangan langsung bantu warga dan ngelarang segala bentuk pembakaran lahan baru tanpa kompromi.
"Ini rekan-rekan kepala daerah tolong, berani untuk melakukan pencegahan itu bersama-sama dengan Forkopimda. Para tentara, polisi, semua bergerak, tokoh masyarakat, larang pembakaran baru, apapun juga alasannya di masa darurat ini," pungkas Tito tegas. (RaM)
Gen Z Takeaway
Krisu soal protes asap karhutla dari Malaysia langsung direspons gercep sama pemerintah lewat komunikasi langsung Menlu RI ke Menlu Malaysia terkait pengerahan ribuan personel dan puluhan helikopter water bombing. Di dalam negeri, Mendagri Tito juga nge-highlight pentingnya kolaborasi total melibatkan TNI-Polri, BNPB, modifikasi cuaca buat matiin api di lahan gambut, serta instruksi tegas buat kepala daerah melarang segala bentuk pembakaran lahan.









