Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners Usai MV Khatulistiwa 8 Tenggelam di Tuban, 1 ABK Dicari

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 9 Oktober 2026 | 03:05 WIB
Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners Usai MV Khatulistiwa 8 Tenggelam di Tuban, 1 ABK Dicari
Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners Usai MV Khatulistiwa 8 Tenggelam di Tuban, 1 ABK Dicari [Dok. Kemenhub]

astakom.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menerbitkan Notice to Mariners setelah kapal barang MV Khatulistiwa 8 tenggelam di perairan Tuban, Jawa Timur, Kamis (08/10/2026). Kapal tersebut sebelumnya mengalami tubrukan dengan tongkang yang digandeng TB Berk at Bahari pada Rabu malam, (07/10/2026).

Dari 18 awak kapal termasuk nakhoda, sebanyak 17 orang berhasil diselamatkan oleh TB Amazon Harbour. Sementara satu awak kapal, yakni Mualim I bernama Mayan Petter Saba, hingga kini masih dalam pencarian.

Melansir keterangan resmi Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, MV Khatulistiwa 8 merupakan kapal berbendera Indonesia yang membawa 1.850 ton semen dalam kemasan pollyslings. Kapal itu berlayar dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah.

Berangkat dari Tuban, MV Khatulistiwa 8 tabrak tongkang

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman, menyampaikan bahwa lokasi kecelakaan berada sekitar 9 mil laut dari Terminal Khusus PT SIG Tuban.

Sebelum kecelakaan, MV Khatulistiwa 8 bertolak dari Terminal Khusus PT SIG Tuban pada pukul 17.30 WIB untuk menuju Sampit.

“Sekitar pukul 21.37 WIB, pihak agen menerima informasi dari Kepala Kamar Mesin MV Khatulistiwa 8 bahwa kapal menubruk Tongkang yang digandeng TB.Berkat Bahari bermuatan pasir di perairan Tuban. Setelah kejadian tersebut, kapal mengalami kebocoran pada bagian lambung depan,” jelas Capt. Subuh.

Informasi kecelakaan tersebut kemudian diterima VTS Surabaya dan disampaikan melalui radio maritim Channel 16. Syahbandar selanjutnya berkoordinasi dengan Terminal Khusus TPPI dan Terminal Khusus PPN Tuban untuk mendukung upaya pertolongan serta evakuasi.

Sekitar pukul 22.15 WIB, TB Amazon Harbour dan TB Multi Progres bergerak menuju lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi awak MV Khatulistiwa 8.

“Pada pukul 23.07 WIB, sebanyak 17 orang awak kapal, termasuk Nakhoda, berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh TB Amazon Harbour untuk kemudian dibawa ke Terminal Khusus PT SIG Tuban. Sementara itu, satu orang awak kapal, yaitu Mualim I atas nama Mayan Petter Saba, masih belum ditemukan dan saat ini dalam pencarian,” sambung Capt. Subuh.

Sekitar 38 menit setelah 17 awak berhasil dievakuasi, kondisi MV Khatulistiwa 8 semakin memburuk. Kapal mengalami kemiringan pada pukul 23.45 WIB sebelum akhirnya tenggelam.

Kemenhub koordinasikan pencarian satu ABK yang masih hilang

Setelah kapal tenggelam, KSOP Kelas III Tanjung Pakis bersama unsur terkait melakukan koordinasi dengan Basarnas Brondong untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap Mayan Petter Saba.

Kapal Patroli KNP 485 juga dikerahkan untuk mendukung pencarian bersama unsur Basarnas Brondong. Selain itu, KSOP melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi dari para saksi serta berkoordinasi dengan pemilik atau operator kapal untuk memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai kecelakaan tersebut.

Untuk memberikan informasi keselamatan kepada pengguna jasa pelayaran, KSOP Kelas III Tanjung Pakis turut menerbitkan Notice to Mariners. Pemberitahuan ini berkaitan dengan keberadaan MV Khatulistiwa 8 yang telah tenggelam di lokasi kejadian.

"Untuk kondisi muatan, berdasarkan laporan awal, muatan kapal ikut tenggelam bersama kapal. Sementara itu, kondisi terkait potensi pencemaran maupun dampak terhadap lingkungan masih dalam proses pemantauan dan pendataan oleh pihak terkait," ungkapnya.

Ditjen Perhubungan Laut memastikan koordinasi penanganan kecelakaan masih berlangsung antara KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Basarnas, VTS Surabaya, serta unsur terkait lainnya.

Kemenhub juga menyatakan bahwa proses investigasi dan pengumpulan informasi mengenai penyebab kecelakaan terus dilakukan, bersamaan dengan upaya memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi.

“Prioritas kami saat ini adalah pencarian terhadap satu awak kapal yang masih belum ditemukan, memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian, serta melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Proses investigasi dan pengumpulan informasi mengenai penyebab kecelakaan juga terus dilakukan,” ujar Capt. Subuh. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Update dari Kemenhub menunjukkan penanganan MV Khatulistiwa 8 masih berfokus pada pencarian satu ABK yang hilang, pengamanan jalur pelayaran di sekitar lokasi kapal tenggelam, serta investigasi untuk mengumpulkan informasi mengenai kecelakaan tersebut.

ABK Pencarian ABK Kecelakaan Laut kecelakaan kapal MV Khatulistiwa 8 KSOP

Infografis

Terkini