Biar Komunikasi Pemerintah Gak Kaku, Presiden Prabowo Panggil Bos Baru Bakom ke Hambalang

Editor: Anri Syaiful
Senin, 5 Oktober 2026 | 09:26 WIB
Biar Komunikasi Pemerintah Gak Kaku, Presiden Prabowo Panggil Bos Baru Bakom ke Hambalang
Pesiden Prabowo memanggil Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan dan wakilnya, Fadli Tri Hartono, ke kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (04/10/2026) sore. [Tangkapan layar IG: @sekretariat.kabinet]

astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang baru dilantik, Syahganda Nainggolan, serta wakilnya, Fadli Tri Hartono. Pertemuan santai, namun krusial ini berlangsung di kediaman Presiden Prabowo di Hambalang, Kabpaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu sore, 4 Oktober 2026.

Dalam agenda tersebut, fokus utama pembicaraan berpusat pada strategi penguatan peran Bakom. Pemerintah ingin memastikan penyampaian program kerja, capaian, dan manfaat nyata kebijakan dapat tersampaikan dengan jelas, sekaligus membangun interaksi yang jauh lebih dekat dengan publik.

Gaya bahasa sederhana dan arah kebijakan yang jelas

Presiden RI menumpuhkan perhatian besar pada cara pemerintah berinteraksi dengan warganya. Ia menekankan pentingnya penggunaan narasi yang relevan dan tidak rumit agar substansi pesan tidak terdistorsi.

"Presiden (Prabowo Subianto) menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan," dikutip astakom.com dari unggahan akun resmi Sekretariat Kabinet di Instagram, Senin (05/10/2026).

Bakom bukan cuma soal 'broadcasting,' tapi juga mendengar

Selama ini, komunikasi lembaga publik kerap dinilai satu arah. Prabowo berpesan agar Bakom bertransformasi menjadi wadah penampung aspirasi yang aktif merespons dinamika di lapangan.

Bakom diinstruksikan tidak sekadar menyebarkan informasi, melainkan aktif menyerap masukan, keluhan, hingga kritik dari masyarakat. Hasil evaluasi dan suara publik tersebut nantinya akan diteruskan langsung ke kementerian, lembaga terkait, hingga ke meja Kepala Negara.

Langkah ini diharapkan mampu membentuk pola komunikasi yang terbuka, dialogis, serta berkelanjutan antara pemerintah, insan media, dan masyarakat luas. Dengan begitu, setiap pemikiran dan kebijakan Presiden RI dapat dipahami secara menyeluruh, sementara aspirasi publik tetap mendapat ruang utama.

Rotasi kepemimpinan di tubuh Bakom RI

Pertemuan di Hambalang ini berlangsung tepat dua hari setelah pelantikan resmi pimpinan baru Bakom RI. Presiden Prabowo melantik Syahganda Nainggolan dan Fadli Tri Hartono di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Penunjukan tersebut berlandaskan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang ditandatangani pada 1 Oktober 2026. Melalui pelantikan ini, Syahganda resmi menggantikan Muhammad Qodari, yang di saat bersamaan diberi amanah baru sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) merangkap anggota. (aNs)

Gen Z Takeaway

Pascaresmi dilantik, bossbreak baru Bakom RI Syahganda Nainggolan bareng wakilnya langsung dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang buat spill arah komunikasi pemerintah yang bakal di-upgrade total. Biar nggak cringe dan out of touch, Presiden Prabowo minta narasi kebijakan dibikin simpel, transparan, dan nggak cuma jualan program satu arah, tapi juga stay tuned dengerin curhat, masukan, sampai skincare-level roasting (kritik) dari masyarakat biar langsung dieksekusi.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Hambalang Bakom RI Bakom Syahganda Nainggolan Fadli Tri Hartono Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

Infografis

Terkini