Jenderal Suyudi Resmi Pegang Komando Polri: Bawa 6 Janji Bikin Kepolisian Bebas Rekayasa

Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:00 WIB
Jenderal Suyudi Resmi Pegang Komando Polri: Bawa 6 Janji Bikin Kepolisian Bebas Rekayasa
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (01/10/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Setelah resmi dilantik jadi Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung tancap gas ngebawa agenda pembenahan besar-besaran di tubuh kepolisian. Nggak main-main, Suyudi spill enam janji utama yang berfokus ngerombak internal Polri sekaligus bikin polisi makin mepet dan dekat sama masyarakat.

Nggak cuma itu, dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, Jenderal Suyudi bakal langsung metain kondisi internal, nguji hasil perbaikan, dan mengevaluasi apa aja yang kurang. Target awalnya mulai dari bikin ruang publik aman, berantas narkoba dan judol, respon cepat layanan 110, sampai perbaikan layanan SPKT.

Ini 6 Janji Utama Kapolri Jenderal Suyudi:

  1. Stop Rekayasa Perkara & Main BelakangSuyudi tegas bilang nggak ada toleransi buat anggota yang melanggar hukum cuma demi ngejar target. Praktik pemerasan, suap, rekayasa perkara, jadi beking kegiatan ilegal, sampai main kekerasan secara sewenang-wenang dipastikan banned alias dilarang keras. 
  2. Hidupkan Spirit 'Hoegeng' Jadi SistemKetimbang cuma sekadar nostalgia, nilai kejujuran, kesederhanaan, keberanian, dan integritas khas Jenderal Hoegeng Iman Santoso bakal diterapin langsung dalam sistem Polri mulai dari promosi, pelayanan, pengaduan, hingga proses penyidikan. 
  3. Sikat Habis 'Titipan' di Rekrutmen PolriPengelolaan SDM bakal dibikin clean. Proses rekrutmen, pendidikan, penempatan, sampai karir wajib berbasis meritokrasi dan rekam integritas. Nggak ada lagi ruang buat 'orang dalam', titipan, transaksi, atau sponsorship. Anggota berprestasi dipastikan dapet panggung! 
  4. Upgrade Pelayanan Publik (Bebas Pungli)Pelayanan masyarakat dirombak biar nggak sekadar formalitas prosedur. Digitalisasi diperkuat biar nggak ada lagi celah pungli, dan struktur internal dipastikan nggak bakal ngeberatin warga yang butuh bantuan. 
  5. Hapus Budaya 'No Viral No Justice'Laporan warga wajib diproses cepat tanpa harus nunggu viral dulu di medsos. Korban berhak tahu perkembangan perkaranya secara transparan tanpa perlu nyari 'akses informal'. Alurnya jelas: verifikasi, tangani, beri update, dan selesaikan secara hukum. 
  6. Wujudkan 'Polisi Bersama Masyarakat'Semua poin di atas dirangkum dalam visi Polisi Bersama Masyarakat. Suyudi mau Polri makin dekat sama warga, plus menjadikan kritik dan keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi. 

Tancap Gas Konsolidasi & Instruksi Khusus Presiden

Selesai dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10/2026), Jenderal Suyudi ngaku langkah awalnya bakal dimulai dari konsolidasi internal sambil ngelanjutin sekaligus memperbaiki program pimpinan sebelumnya.

Selain masalah internal, Suyudi menyoroti penanganan kasus narkotika yang fokus pada rehabilitasi pengguna, masalah overcapacity lapas, dan peredaran narkoba di dalam lapas. Kasus penyelewengan ini, ditambah isu penyelundupan dan judi online (judol), disebutnya jadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan, Suyudi ngaku proses penunjukannya sebagai Kapolri berlangsung sangat kilat. Informasi buat ngikutin fit and proper test baru ia terima pada Kamis pagi, padahal pas rapat di Istana hari Selasa sebelumnya, belum ada obrolan sama sekali soal penunjukan dirinya. (RAM)

Gen Z Takeaway

Resmi pegang komando Polri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung tancap gas lewat konsolidasi internal dan ngebawa 6 janji utama yang game, changing banget mulai dari stop rekayasa perkara, hapus budaya no viral no justice, sikat habis 'orang dalam' di rekrutmen, sampai nge-hidupin lagi spirit integritas Jenderal Hoegeng.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Presiden Prabowo Subianto Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Infografis

Terkini