Mentan Amran Bongkar Dampak Beras Ilegal: 115 Juta Petani Dirugikan

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 24 September 2026 | 13:59 WIB
Mentan Amran Bongkar Dampak Beras Ilegal: 115 Juta Petani Dirugikan
Mentan Amran Bongkar Dampak Beras Ilegal: 115 Juta Petani Dirugikan [Dok. Kementan]

astakom.com, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran speak up soal temuan beras ilegal yang jelas jelas menodai swasembada beras yang dicapai Indonesia. Andi Amran bilang kalau pemerintah nggak boleh ngasih ruang bagi praktik ilegal yang bikin petani rugi.

Dari kejadian ini, Andi Amran ngespill kalau ada sekitar 115 juta petani menjadi pihak yang dirugikan kalau beras ilegal masuk dan beredar di pasar dalam negeri.

"Ini merugikan petani, 115 juta petani rugi dengan adanya impor beras ilegal. Kita sudah swasembada tapi masih ada selundupan. Memang ini menggiurkan," kata Andi Amran.

Spill kasus yang  udah ditangani

Andi Amran bilang kalau persoalan ini perlu dapat perhatian serius karena bukan pertama kalinya pelanggaran terjadi di sektor pangan utamanya perberasan.

Mentan Andi Amran ngemention sejumlah kasus yang sebelumnya udah ditangani pemerintah, termasuk persoalan beras premium dan medium juga dugaan pelanggaran beras fortifikasi.

“Ini merugikan petani beras dan konsumen. Sebelumnya, pelanggaran beras premium dengan beras medium kerugiannya mencapai Rp98 triliun, sedangkan dugaan pelanggaran beras fortifikasi mencapai Rp89 triliun," kata Mentan Andi Amran. 

Pelaku ada yang residivis

Mentan juga bilang kalau dalam temuan ini bahkan pelakunya ada yang merupakan residivis.

"Bahkan ada pelaku yang sudah dua kali melakukan pelanggaran, ada residivis, dan kejadiannya berulang. Ini memang menggiurkan,” katanya.

Makanya Andi Amran menegaskan kalau praktik yang merugikan petani dan masyarakat harus diberantas secara bersama-sama. Dia ngespill  praktik merupakan musuh yang nyata dan harus gercep dihadapi pemerintah.

“Ini musuh negara. Merugikan 286 juta orang, petani 115 juta orang. Ini yang kita musuhi,” ungkapnya.

Apresiasi Kemenkeu

Mentan Amran juga mengapresiasi Menteri Keuangan dan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas penindakan terhadap impor ilegal tersebut. Dia berharap pengawasan dan penegakan hukum di sektor pangan terus diperkuat.

“Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya terima kasih kepada Bapak. Semoga Bapak sehat memerangi mafia pangan Indonesia,” kata Andi Amran.

Penindakan impor ilegal beras

Menurutnya pemberantasan mafia pangan menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan melakukan penindakan terhadap berbagai pelanggaran di sektor pangan.

Langkah tegas pemerintah dalam penindakan impor ilegal beras yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan upaya pemerintah demi menjaga pasar domestik, melindungi petani dan konsumen, serta memastikan capaian swasembada pangan tidak terganggu oleh praktik perdagangan ilegal. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Mentan Andi Amran ngegas soal impor beras ilegal yang dinilai bisa merugikan petani dan mengganggu capaian swasembada beras. Dia menyebut sekitar 115 juta petani terdampak dan menegaskan praktik ilegal di sektor pangan harus diberantas karena merugikan petani sekaligus konsumen. Pemerintah juga bakal memperkuat pengawasan dan penegakan hukum, termasuk lewat Bea Cukai, supaya pasar domestik tetap aman dan swasembada nggak terganggu.

Mentan Andi Amran Sulaiman impor beras ilegal beras ilegal beras fortifikasi palsu bea cukai Menkeu Suahasil

Infografis

Terkini