Pencarian Speedboat Rombongan Jurnalis Diperpanjang 3 Hari, Video Jenazah Viral Dipastikan Hoaks!
astakom.com, Jakarta – Pencarian terhadap 8 korban hilang speedboat Arupadatu di di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten resmi diperpanjang selama 3 hari ke depan usai masa operasi standar 7 hari berakhir tanpa hasil (nihil).
Ketetapan ini diambil berdasarkan evaluasi bersama antara Basarnas, Pemerintah Provinsi Banten, Polda Banten, Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten, serta atas permintaan langsung dari keluarga korban dan pemerintah daerah setempat sesuai UU SAR Nomor 29 Tahun 2014.
Resmi diperpanjang
"Sesuai dengan Undang-Undang SAR nomor 29 tahun 2014 di mana waktu pencarian tertera 7 hari namun dapat diperpanjang atas beberapa sebab salah satunya atas permintaan keluarga dan juga permintaan dari pemerintah daerah setempat" ungkap Gubernur Banten, Andra Soni pada live streaming YouTube, Senin (14/09/2026).
“Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas juga meminta dukungan dari Polda Banten dalam hal ini polair juga kepada Lanal Banten dan seluruh stakeholders yang ada di Provinsi Banten untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini,,” sambung Andra Soni.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Banten) Amrad, membenarkan perpanjangan tersebut.
"Hasil evaluasi hasil operasi SAR yang hari ketujuh pada hari ini yang kita laksanakan hingga saat ini masih nihil ya. Dan hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama 3 hari ke depan," tuturnya.
Video Jenazah hoaks
Polda Banten memberikan klarifikasi tegas terkait berbagai spekulasi dan video viral mengenai temuan benda maupun jenazah di beberapa titik. Polisi memastikan kalau objek yang ditemukan di hari keenam berupa 3 life jacket, 2 terpal, dan 1 galon air bukanlah milik rombongan kapal yang membawa awak media tersebut.
"Dari hasil benda objek yang ditemukan ini, kami sudah melakukan pendalaman, sudah mengkonfrontir dengan pemilik kapal, sudah melakukan pencocokan dipastikan bahwa objek yang ditemukan ini tidak berkaitan dengan teman-teman dari Speedboat Arupadatu," tegas perwakilan Polda Banten.
Polda Banten juga mengonfirmasi kalau penemuan mayat di Muara Sungai Kalitratai (Kramatwatu) serta di Pulau Enggano, Bengkulu, tidak terhubung secara langsung dengan korban hilang.
"Yang kedua kami izin sampaikan bahwa 2 hari yang kemarin ditemukan sesosok mayat itu di sekitaran muara sungai Kalitratai di Keramat Watu, dari hasil data primer dipastikan bahwa mayat tersebut bukan dari teman-teman yang hilang kontak dari kapal Speedbot Arupadatu" ungkap Polda Banten.
"terkait dengan adanya temuan mayat di Pulau Engganu, Provinsi Bengkulu, mayat tersebut sudah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu dan hari ini sudah dilaksanakan otopsi" sambungnya.
"Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan. Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu" lanjutnya.
Terkendala kabut tebal
Amrad selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Banten) memaparkan kalau proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan berat, mulai dari aktivitas Gunung Anak Krakatau pada hari awal hingga jarak pandang visibility yang sangat terbatas akibat kabut tebal pada hari kelima 5 dan ke 6. Kondisi kabut membuat helikopter tidak dapat diterbangkan secara maksimal.
Meskipun demikian, tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian menggunakan armada kapal dan pantauan udara sesuai prediksi arah pergeseran arus dari BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hingga menembus perairan Anak Krakatau (radius 3 km) serta perbatasan Samudra Hindia. Penyelaman baru akan dilakukan jika titik pasti keberadaan speedboat sudah terdeteksi.
Sebelumnya, para korban yang terlibat dalam kasus tersebut diantaranya 5 orang jurnalis dan 3 orang kru kapal dengan jumlah 8 penumpang yang saat ini masih dalam pencarian.
Nama nama 5 jurnalis ialah: Muhammad Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudistiro Pranoto / Yudhis (iNews), Firdaus Wajidi / Daus (Anadolu Agency) dan Donal Husni (Jurnalis Lepas).
Korban lainnya di antaranya awak kapal speedboat Arupadhatu 1, Warta selaku kapten atau Nakhoda kapal, Surakman selaku Anak Buah Kapal (ABK) dan Heriyanto pemandu.
Pendampingan keluarga korban
Di tengah proses yang krusial ini, Pemerintah Provinsi Banten terus memberikan pendampingan psikologis dan bantuan informasi secara berkala kepada pihak keluarga korban yang hadir langsung dalam pemaparan operasi SAR.
"Usulan atau permintaan perpanjangan waktu ini salah satu juga datang dari hasil kami berdialog berdiskusi dengan keluarga. Kita terus berusaha memberikan pendampingan... memastikan mereka terlayani baik, mendapatkan informasi yang tepat dan informasi yang cepat," tutup Andra Soni. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Pencarian 8 korban speedboat Arupadatu resmi diperpanjang 3 hari karena tim SAR masih struggle lawan cuaca ekstrem dan kabut tebal, sementara Polda Banten minta publik no debatt dan stop kemakan hoax soal video viral temuan mayat yang dipastikan gak ada hubungannya sama rombongan jurnalis.









