Indonesia Siapkan Agenda Budaya Sambut 50 Tahun Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:40 WIB
Indonesia Siapkan Agenda Budaya Sambut 50 Tahun Hubungan Diplomatik dengan Qatar
Indonesia Siapkan Agenda Budaya Sambut 50 Tahun Hubungan Diplomatik dengan Qatar (Kemenbud)

astakom.com, Jakarta – Hubungan Indonesia dan Qatar memasuki babak baru. Menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2026, pemerintah mulai mematangkan sejumlah agenda budaya sebagai bagian dari penguatan diplomasi sekaligus memperluas kerja sama bilateral.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Kebudayaan yang diterima astakom.com, langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam pertemuan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan Duta Besar Negara Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (05/08/2026).

Pertemuan itu tak hanya membahas peluang kolaborasi seni dan budaya, tetapi juga menyiapkan rangkaian kegiatan yang akan menandai Golden Jubilee hubungan diplomatik Indonesia-Qatar.

Sejumlah ide mulai mengemuka, mulai dari pameran prangko bertema budaya kedua negara hingga kemungkinan penyelenggaraan berbagai pertunjukan seni sebagai bagian dari diplomasi budaya.

Siapkan Golden Jubilee

Hubungan diplomatik Indonesia dan Qatar telah terjalin sejak 1976. Tahun ini menjadi momentum penting karena kedua negara bersiap memperingati setengah abad hubungan bilateral yang selama ini berkembang di berbagai sektor.

Dalam pembahasan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi komitmen Qatar dalam membangun ekosistem kebudayaan sebagai bagian dari identitas nasional.

"Kami mengagumi bahwa Negara Qatar yang semakin aktif berpartisipasi dalam merawat dan mengembangkan kebudayaannya, karena salah satu kekuatan terbesar kita ada di budayanya (the power of culture). Terdapat juga sejumlah kawasan budaya di Qatar, misalnya Museum of Islamic Art, Qatar National Library, dan Katara Cultural Village." Mengutip dari keterangan resmi Kemenbud yang diterima astakom.com pada Kamis, (06/08/2026).

Selain pameran budaya, kedua pihak juga mendiskusikan berbagai kemungkinan kolaborasi lain yang dapat memperkuat hubungan masyarakat kedua negara melalui jalur kebudayaan.

Angkat diplomasi sejarah

Selain membahas agenda perayaan Golden Jubilee, pertemuan juga menyinggung nilai sejarah yang menjadi penghubung antarbangsa. Salah satunya melalui kisah Syekh Yusuf Al-Makassari, tokoh yang memiliki jejak penting dalam penyebaran Islam sekaligus diplomasi sejarah Indonesia.

"Syekh Yusuf Al-Makassari adalah pahlawan sekaligus sufi dan ulama yang membawa ajaran agama Islam ke Afrika Selatan dan Sri Lanka. Selama hidupnya, Syekh Yusuf Al-Makassari diasingkan ke berbagai negara dan akhirnya meninggal di Afrika Selatan. Beliau satu-satunya tokoh yang diangkat menjadi pahlawan nasional di dua negara, yaitu Indonesia dan Afrika Selatan. Bahkan Nelson Mandela menyebut Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai 'Salah seorang putra Afrika terbaik'." Jelas Fadli Zon saat memperhatikan koleksi lukisan di Kantor Kementerian Kebudayaan.

Kisah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana warisan budaya dan sejarah Indonesia dapat menjadi instrumen diplomasi yang memperkuat hubungan dengan negara lain.

MoU jadi target

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Qatar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari menyatakan dukungannya terhadap rencana kolaborasi budaya tersebut. Ia juga mengusulkan agar kerja sama diperluas melalui penyelenggaraan Qatar National Day dengan menghadirkan kegiatan seperti pameran lukisan hingga pertunjukan orkestra.

Sebagai tindak lanjut, Menteri Kebudayaan mendorong penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan resmi kerja sama kebudayaan Indonesia dan Qatar. 

Payung kerja sama itu diharapkan membuka jalan bagi implementasi program-program konkret yang tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga memperluas pertukaran budaya dan memperkuat posisi diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Diplomasi kini bukan cuma soal pertemuan antarpejabat. Lewat seni, sejarah, hingga pertukaran budaya, Indonesia dan Qatar mulai menyiapkan panggung bersama untuk merayakan 50 tahun hubungan diplomatik sekaligus memperkenalkan identitas budaya masing-masing kepada dunia.

Kemenbud Indonesia-Qatar Agenda Budaya Budaya Hubungan Diplomatik

Infografis

Terkini