Vietnam Resmi Move On dari RON95! Mulai Hari Ini BBM E10 Jadi Main Character

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Senin, 1 Juni 2026 | 16:30 WIB
Vietnam Resmi Move On dari RON95! Mulai Hari Ini BBM E10 Jadi Main Character
Vietnam Resmi Move On dari RON95! Mulai Hari Ini BBM E10 Jadi Main Character

astakom.com, Jakarta - Awal bulan Juni 2026 tepatnya tanggal 1 Juni (hari ini), Vietnam resmi bakal mendistribusikan bahan bakar bioetanol E10 buat sepenuhnya gantiin bensi RON95 tradisional.

Sebenarnya, Vietnam udah melakukan pengembangan biofuel dari 2012 lewat Keputusan Perdana Menteri No. 53/2012/QD-TTg. Tapi baru bisa direalisasikan sekarang karena faktor praktis soal infrastruktur dan kapasitas pencampuran, adopsi luas bensin E10 dihold sampai pertengahan 2026.

Kebijakan yang baru bisa diimplementasikan ini merupakan bagian dari strategi energi secara keseluruhan. Dikutip dari media Vietnam, Vietnam.vn, secara khusus Resolusi Politbiro No.55-NQ/TW dan No. 70-NQ/TW sama-sama ngehighlight perlunya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memangkas emisi karbon.

Kekhawatiran terbesar buat konsumen yaitu kompatibilitas mesin dengan bensin yang punya kandungan 10 persen etanol. Penelitian dari beberapa ahli mesin dan Asosiasi Produsen Mobil dan Sepeda Motor nunjukkin kalau sebagian besar kendaraan yang sekarang ini beredar di Vietnam aman kalau pakai E10.

Melakukan inspeksi

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan berkolaborasi dengan universitas, pakar mesin dan asosiasi manufaktur mobil dan sepeda motor untuk melakukan penilaian menyeluruh sebelum menerbitkan peta jalan bensin E10.

Di pasar-pasar utama kayak AS, Brasil dan Thailand, bensin E10 udah banyak digunakan dari tahun-tahun lalu. Tapi khusus buat kendaraan yang lebih tua atau yang sistem bahan bakarnya jarang dirawat para ahli merekomendasikan supaya pemilik kendaraan melakukan inspeksi secara menyeluruh sebelum pindah pakai bensin E10.

Bensin E5RON92 tetap didistribusikan

Meski begitu, bensin E5RON92 (mengandung 5 persen etanol) bakal terus didistribusikan bareng E10 setidaknya sampai tahun 2030 buat melayani pelanggan yang membutuhkan konsentrasi etanol yang lebih rendah.

Di Vietnam, berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menunjukkan kalau konsumsi bensin nasional sekitar 1 juta meter kubik per bulan.

Supaya peta jalan E10 terpenuhi, pasar membutuhkan sekitar 100.000 meter kubik etanol E100 per bulan buat percampuran. Saat ini, kapasitas produksi etanol domestik mencapai sekitar 25.000 meter kubik, sisanya akan ditambah lewat impor.

Mulai tingkatin kapasitas

Dari segi infrastruktur teknis 13 dari 26 pedagang grosir minyak bumi udah selesaikan investasi di stasiun pencampuran dengan kapasitas total melebihi 1 juta m3/bulan.

Kilang Binh Son Vietnam juga punya rencana bertahap buat tingkatin kapasitas pencampuran mulai Juni buat semua jaringan ritel.

Manfaat penggunaan E10

Lingkungan: Mengurangi emisi CO dan CO2, mendukung komitmen Vietnam untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.

Keamanan energi: Mendiversifikasi sumber bahan bakar, mengurangi risiko dari fluktuasi harga minyak mentah internasional, dan memangkas biaya impor bensin.

Ekonomi pertanian: Menciptakan pasar yang stabil untuk produk pertanian seperti singkong dan tebu, sehingga mendorong rantai nilai industri pengolahan dan menciptakan lapangan kerja bagi petani.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan punya komitmen kuat buat memperkuat inspeksi dan pengawasan kualitas bensin di seluruh rantai pasokan, dari depot utama sampe konsumen, untuk memastikan bahwa semua batch bensin E10 yang beredar memenuhi standar teknis nasional. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Mulai 1 Juni 2026, Vietnam resmi switch dari RON95 ke bensin E10 yang lebih ramah lingkungan. Mayoritas kendaraan disebut aman pakai E10, sementara pemerintah udah siapin infrastruktur dan pasokan etanol buat support transisi ini. Goal besarnya: cut emisi, jaga energy security, dan kasih value lebih buat sektor pertanian lokal.

biofuel E10 RON95 Vietnam

Infografis

Terkini