Fase Mina: Puncak Ibadah Haji 13 Zulhijjah 1447H Usai, Menhaj Gus Irfan Tancap Gas Persiapan Haji 2027

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Senin, 1 Juni 2026 | 22:06 WIB
Fase Mina: Puncak Ibadah Haji 13 Zulhijjah 1447H Usai, Menhaj Gus Irfan Tancap Gas Persiapan Haji 2027
Fase Mina Usai, Menhaj Langsung Tancap Gas Siapkan Haji 2027 (Kemenhaj RI)

astakom.com, Jakarta – Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani dipastikan telah mengosongkan tenda di Mina dan kembali ke hotel mereka di Makkah dengan aman serta tertib. 

Kepulangan ini sekaligus menandai berakhirnya fase puncak ibadah haji pada 13 Zulhijjah 1447 H.

Kelancaran seluruh tahapan puncak ibadah haji tahun ini menuai rasa syukur dari Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf. 

Ia menegaskan kalau keberhasilan hingga fase Mina merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi solid antara seluruh unsur penyelenggara, petugas lapangan, serta jemaah haji Indonesia.

Mina Clear, jemaah kembali ke Mekkah

"Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” ucap Menhaj di Makkah, lewat siaran pers yang dikutip redaksi astakom.com pada Senin, (1/6/2026).

Menhaj memaparkan kalau pemulangan jemaah dilakukan dalam dua gelombang. Sebelumnya, kelompok jemaah Nafar Awal telah lebih dulu bergeser kembali ke hotel pada 12 Zulhijjah. Langkah ini kemudian diikuti oleh jemaah Nafar Tsani yang kembali ke pemondokan pada 13 Zulhijjah, usai merampungkan seluruh rangkaian ibadah mereka di Mina.

Walau tahapan puncak di Mina sudah selesai, pelayanan terhadap jemaah dipastikan tetap berjalan penuh. Menhaj menjelaskan kalau pergerakan ibadah jemaah kini terbagi, ada kelompok yang sudah menyelesaikan tawaf ifadah pada 10 sampai 13 Zulhijjah, dan ada pula yang baru akan menuntaskan tawaf ifadah serta agenda ibadah lainnya sebelum masa operasional kepulangan ke Tanah Air dimulai.

Gak kendor pendampingan lansia di Tawaf Ifadah

Menhaj juga mengingatkan jajaran PPIH Arab Saudi untuk tidak kendor dalam mengawal jemaah yang masih harus melaksanakan tawaf ifadah. Pendampingan melekat ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi padatnya situasi di sekitar Kakbah. 

Selain itu, petugas diminta memastikan jemaah lansia dan jemaah berisiko tinggi tetap menjadi prioritas utama dalam sisa rangkaian ibadah ini.

Secara khusus, Menhaj memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas sikap kooperatif dan ketertiban mereka dalam mematuhi arahan petugas sepanjang fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tak hanya itu, ucapan terima kasih juga ia layangkan kepada jajaran PPIH Arab Saudi yang telah menunjukkan dedikasi serta kerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

"Saya sampaikan penghargaan kepada jemaah haji Indonesia atas memintanya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” ucap Menhaj.

Persiapan kepulangan dan imbauan jaga fisik

Selain mengapresiasi ketertiban jemaah, Menhaj juga menitipkan pesan agar mereka tetap menjaga kebugaran tubuh setelah menuntaskan seluruh prosesi wajib haji. Hal ini krusial lantaran operasional pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air bakal mulai dilaksanakan secara bergelombang selama satu bulan penuh, terhitung sejak 1 hingga 30 Juni 2026.

"Jemaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni,” sambungnya.

Menhaj menambahkan kalau tuntasnya fase Mina bukan berarti tugas penyelenggaraan haji telah selesai. Pihak Kemenhaj menegaskan bakal segera menggelar evaluasi total terhadap seluruh lini pelayanan, yang nantinya akan dijadikan acuan utama dalam melakukan perbaikan pada musim haji mendatang.

Terkait rencana ke depan, Kemenhaj mengonfirmasi telah mengamankan gambaran umum dan linimasa pelaksanaan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi per 29 Mei 2026. Berbekal informasi cepat ini, kementerian berkomitmen untuk langsung mencuri start dalam menyiapkan segala kebutuhan logistik maupun pelayanan jemaah demi menyempurnakan musim haji berikutnya.

Sinergi Kemenhaj-DPR persiapkan Haji 2027

Kemenhaj bersama DPR RI sepakat mempererat sinergi guna mematangkan persiapan operasional haji 2027. Menhaj menilai, pola persiapan matang yang dilakukan lebih awal pada musim haji 2026 terbukti memberikan dampak signifikan terhadap keteraturan di lapangan, peningkatan kualitas layanan, serta kesiapan mental maupun teknis seluruh unsur penyelenggara.

“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jemaah,” sambung Menhaj. (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

​Fase krusial di Mina udah kelar dengan aman dan clear tanpa drama! Sekarang jemaah tinggal fokus jaga energi buat tawaf ifadah dan persiapan pulang bertahap selama Juni 2026. Plot twist kerennya, Kemenhaj gak pakai procrastinate—mereka langsung colong start bareng DPR buat matengin timeline Haji 2027 biar makin seamless dan ramah lansia. Stunning operational teamwork!

Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Armuzna Jemaah Haji Indonesia

Infografis

Terkini