Awal Mula Keterlibatan Anak Menhaj di Kemenhaj Sempat Bikin Netizen Heboh dan Berujung 'Sign Out'

Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:33 WIB
Awal Mula Keterlibatan Anak Menhaj di Kemenhaj Sempat Bikin Netizen Heboh dan Berujung 'Sign Out'
Menhaj Tegaskan Layanan Haji Maksimal dan Jaga Integritas Tanpa Kompromi (Kemenhaj)

astakom.com, Jakarta - Dua putra Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, yakni Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, resmi menyatakan sign out dari posisi tenaga ahli di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Keputusan ini diambil usai langkah penunjukan mereka memicu sorotan tajam dan polemik panas di kalangan netizen.

Isu ini sempat rame banget dan viral di berbagai platform media sosial. Banyak netizen yang ngelontarin kritik pedas karena menilai posisi tenaga ahli tersebut kental dengan vibes nepotisme dan memicu dugaan konflik kepentingan di dalam tubuh kementerian yang baru dibentuk itu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak membeberkan kalau keterlibatan duo anak Menhaj tersebut sejatinya bermula saat Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) baru saja terbentuk dan butuh banyak bantuan operasional.

“Pak Menteri dan saya sudah menerima pengunduran diri dua orang tenaga ahli. Jadi, secara resmi dua orang tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri,” kata Dahnil, Selasa (27/10/2026).

Niat awal sukarela dan tanpa gaji

Dahnil menjelaskan bahwa pada masa-masa awal pembentukan lembaga, posisi kepemimpinan serba terbatas dan minim personel yang bersedia membantu proses transisi awal.

“Ketika Badan Penyelenggara Haji memang tidak ada orang yang mau membantu kami sejak awal secara sukarela. Akhirnya adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal,” ujar Dahnil.

Bahkan pada masa-masa awal yang serba terbatas itu, keduanya disebut bekerja secara sukarela tanpa menerima imbalan atau imbal jasa alias tanpa dibayar sama sekali.

Legowo mundur demi jaga etika birokrasi

Meski berawal dari niat membantu, berhembusnya gelombang pro-kontra di ruang publik membuat keduanya memilih legowo untuk melepas jabatan tenaga ahli tersebut. Langkah ini diambil demi meredam gejolak serta menjaga etika birokrasi di kementerian.

Soal siapa yang bakal mengisi posisi kosong yang ditinggalkan, Dahnil menyebut hal itu diserahkan sepenuhnya kepada Menhaj Mochamad Irfan Yusuf sebagai pemegang kewenangan.

Dahnil menegaskan bahwa keputusan mundur ini menjadi bukti nyata komitmen pimpinan kementerian untuk menjaga integritas dan kebersihan birokrasi dari potensi praktik yang melanggar etika.

“Untuk memastikan Kementerian Haji dan Umrah harus bebas dari praktik-praktik yang tidak beretika, praktik-praktik yang manipulatif, koruptif, perilaku mafia, dan sebagainya,” pungkas Dahnil. (RaM)

Gen Z Takeaway

Intinya gais, isu penunjukan dua anak Menhaj ini emang sempat bikin linimasa sosmed gempar karena dituding nepotisme, tapi walau niat awalnya purely sukarela buat ngebantu transisi BP Haji tanpa digaji,keduanya tetep milih legowo buat mundur demi ngeredam drama publik dan mastiin birokrasi Kemenhaj tetep bersih serta beretika.

Kemenhaj Viral Viral Indonesia Menhaj Gus Irfan Anak Menhaj jadi Tenaga Ahli

Infografis

Terkini