Carabao Cup: Klub Kasta Keempat Fleetwood Depak Arsenal
astakom.com, Jakarta — Kejutan masif mewarnai putaran keempat Carabao Cup 2026/2027 saat klub kasta keempat Liga Inggris (League Two), Fleetwood Town, secara dramatis menyingkirkan raksasa Premier League, Arsenal. Berlaga di Highbury Stadium, Rabu (28/10/2026), armada The Gunners dipaksa angkat koper usai kalah 3-5 lewat babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal.
Kekalahan ini menghentikan langkah Arsenal di kompetisi piala domestik, sementara kemenangan heroik ini mengantar Fleetwood melaju ke babak perempat final sekaligus menorehkan salah satu tinta emas (giant killing) terbesar dalam sejarah klub.
Sengatan kilat Loupalo-Bi dan balasan Viktor Gyokeres
Tampil sebagai tim tamu, Arsenal langsung mengambil kendali permainan sejak awal babak pertama. Tekanan The Gunners sempat melahirkan peluang emas pada menit ke-19 lewat aksi talenta muda Max Dowman, meski tembakannya masih menyamping dari sasaran.
Publik Highbury Stadium bergemuruh pada menit ke-21 ketika Fleetwood berhasil mencuri keunggulan lewat skema serangan cepat. Harrison Neal melepaskan umpan terobosan akurat yang dikontrol dengan baik oleh Aaron Loupalo-Bi. Memenangi duel fisik dengan bek lawan, Loupalo-Bi langsung menyambar bola lewat tembakan mendatar keras yang gagal dihalau kiper Arsenal, Ilan Meslier.
Tertinggal 0-1 membuat The Gunners menaikkan intensitas serangan. Viktor Gyokeres sempat menguji ketangguhan lini belakang lawan lewat tembakan jarak jauh, namun kiper Fleetwood, Jay Lynch, tampil prima menepis bola. Rapatnya formasi bertahan berlapis yang diterapkan tuan rumah membuat keunggulan 1-0 Fleetwood bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Arsenal langsung memecah kebuntuan pada menit ke-50. Menerima umpan silang matang dari Ceadach O'Neill di sisi kiri, Gyokeres berhasil menyontek bola ke gawang lawan meski dalam posisi tidak seimbang, mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Tembok kokoh Jay Lynch dan kartu merah Max Dowman
Arsenal nyaris berbalik unggul lima menit berselang. Max Dowman merangsek ke kotak penalti dan melepaskan tembakan berbahaya, namun Jay Lynch kembali melakukan penyelamatan krusial. Lynch kembali menjadi momok bagi Dowman pada menit ke-73 saat menepis peluang emas sang penyerang.
Petaka menimpa tim tamu pada menit ke-85. Arsenal harus bermain dengan 10 orang setelah Max Dowman diganjar kartu merah langsung oleh wasit usai melakukan tindakan reaksioner dengan menendang Harrison Neal yang sebelumnya melakukan tekel kepadanya.
Bermain dengan keunggulan pemain membuat Fleetwood kian solid bertahan. Lynch sekali lagi menunjukkan refleks kelas dunianya di pengujung laga dengan memblok sontekan jarak dekat Ben White. Skor 1-1 menutup waktu normal dan laga terpaksa dilanjutkan ke drama adu penalti.
Kegagalan Bruno Guimaraes kunci kemenangan Fleetwood
Dalam babak tos-tosan, seluruh eksekutor Fleetwood tampil dingin tanpa cela. Tiga penendang awal kedua tim sukses menjalankan tugasnya: Ronan Coughlan, Harrison Neal, dan Will Davies mencetak gol untuk Fleetwood, sementara Martin Odegaard, Kai Havertz, dan Viktor Gyokeres sukses mengeksekusi penalti Arsenal.
Petaka bagi Arsenal terjadi pada penendang keempat. Setelah Andy Cannon sukses membawa Fleetwood unggul 4-3, eksekusi penalti Bruno Guimaraes berhasil ditebak dan ditepis oleh Jay Lynch. Conor Haughey yang maju sebagai eksekutor penentu Fleetwood dengan dingin mengecoh Meslier untuk mengunci kemenangan adu penalti 5-3, memicu pesta suporter tuan rumah di atas lapangan.
Susunan pemain
- Fleetwood: Jay Lynch; Conor Haughey, Shaun Rooney, Finley Potter ; Crispin McLean, Mark Helm; Harrison Neal; Rhys Bennett ; Jake Batty; Ched Evans, Aaron Loupalo-Bi.
- Arsenal: Illan Meslier; Marli Salmon, Jurriën Timber, Piero Hincapié, Cristhian Mosquera; Ceadach O'Neill, Max Dowman, Kai Havertz; Martín Zubimendi, Myles Lewis-Skelly; Viktor Gyökeres. (ACwan/RaM)
Gen Z Takeaway
Plot twist paling gila di Carabao Cup tahun ini! Niat hati rotasi skuad, Arsenal asuhan Mikel Arteta malah kena batunya di kandang Fleetwood Town. Sosok Jay Lynch bener-bener jadi kryptonite buat The Gunners usai berkali-kali nepis peluang emas sampai blok penalti krusial Bruno Guimaraes. Ditambah blunder kartu merah Max Dowman karena emosi kepancing, Fleetwood resmi buktiin magic of the cup kalau kasta sepak bola cuma sekadar angka di atas kertas!









