Fajar/Fikri Segel Tiket Semifinal Denmark Open 2026

Penulis: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:31 WIB
Fajar/Fikri Segel Tiket Semifinal Denmark Open 2026
Fajar/Fikri berhasil menundukkan pasangan Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, dua gim langsung 21-17 dan 21-16. [PBSI]

astakom.com, Jakarta — Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses mengamankan langkah mereka ke babak semifinal Denmark Open 2026. Kepastian tersebut didapatkan usai ganda putra yang menempati posisi unggulan ketiga ini berhasil menundukkan pasangan muda Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, melalui permainan dua gim langsung 21-17, 21-16 di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, Jumat (16/10/2026).

Gim pertama: kebangkitan Fajar/Fikri di poin-poin krusial

Fajar/Fikri mengawali gim pertama dengan performa yang cukup meyakinkan. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan dan unggul cepat 4-2. Tekanan beruntun yang dilancarkan ganda Merah Putih ini sempat membuat pasangan Thailand keteteran, sehingga Fajar/Fikri berhasil meraih empat poin berturut-turut untuk memperlebar keunggulan menjadi 8-3.

Namun, Sukphun/Teeraratsakul menunjukkan perlawanan yang gigih. Pasangan Thailand tersebut mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor menjadi 8-8. Bahkan, lewat raihan tujuh angka beruntun, Sukphun/Teeraratsakul berbalik memimpin 10-8 dan mengunci interval gim pertama dengan keunggulan tipis 11-10.

Selepas jeda interval, pertarungan berjalan semakin sengit. Kedua pasangan saling bergantian mencetak angka dan kejar-mengejar poin terjadi hingga kedudukan imbang 15-15 dan 17-17. Di momen-momen kritis tersebut, Fajar/Fikri menunjukkan kematangan mental bertanding. Mereka berhasil menghentikan perlawanan Sukphun/Teeraratsakul dengan mengemas empat poin krusial secara beruntun untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 21-17.

Gim kedua: kontrol permainan dan penyesuaian strategi

Memasuki gim kedua, perolehan angka kembali berlangsung sangat ketat di awal laga. Sukphun/Teeraratsakul berupaya keras memberikan perlawanan, membuat kedudukan sempat imbang 7-7 dan 9-9. Namun, Fajar/Fikri bermain lebih tenang dan cermat dalam mengantisipasi pengembalian bola lawan, sehingga mampu merebut dua angka penting untuk unggul 11-9 saat interval.

Usai jeda, ganda putra Indonesia terus memegang kendali permainan dan menjaga keunggulan jarak skor. Fajar/Fikri memimpin 16-13 sebelum melaju kencang dengan mencetak empat angka beruntun hingga meraih match point di kedudukan 20-13. Kendati pasangan Thailand sempat memperpanjang napas dengan menyelamatkan beberapa poin beruntun, Fajar/Fikri akhirnya berhasil mengunci poin terakhir untuk menyudahi perlawanan lawan 21-16.

Evaluasi: penyesuaian laju shuttlecock dan incar misi balas dendam

Seusai laga, Fajar Alfian mengucap syukur atas hasil positif yang diraih, meski ia mengakui bahwa laga perempat final ini tidak berjalan dengan mudah akibat perubahan kondisi lapangan dan laju shuttlecock yang kencang.

"Pertama alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran hari ini. Untuk pertandingan tadi tidak mudah melawan pasangan Thailand, mereka bermain sangat baik selain memang laju shuttlecock hari ini cukup kencang. Beberapa kali saya di gim pertama dan kedua melakukan kesalahan sendiri dengan out bola yang terlalu panjang," ungkap Fajar, dalam keterangan resmi PBSI.

Fajar menjelaskan bahwa kondisi shuttlecock yang terasa lebih kencang dibandingkan hari sebelumnya membuat mereka harus mengubah pola permainan. Menatap babak semifinal, Fajar/Fikri bakal menantikan pemenang duel antara Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) atau Liang Wei Keng/Wang Chang (China). Fajar menegaskan kesiapannya, terutama jika harus berhadapan dengan wakil China.

"Siapa pun lawannya kami harus fokus dan siap memberikan yang terbaik. Kalau ketemu pasangan China, kami ingin membalas dua kekalahan di Asian Games kemarin," tegas Fajar.

Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menambahkan bahwa penyesuaian pola main satu-dua menjadi kunci sukses mengandaskan pasangan Thailand. Perbedaan karakter lapangan dengan ajang sebelumnya menjadi pertimbangan utama.

"Dari segi permainan pasti ada perbedaan dengan pertemuan sebelumnya di Asian Games. Di Nagoya laju bola cukup berat sedangkan di sini kencang, jadi tadi kami tidak banyak rally, lebih banyak pukulan satu-duanya dan mereka lebih kewalahan menghadapinya karena tertekan terus," jelas Fikri. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway 

Fajar/Fikri makin solid menuju semifinal Denmark Open 2026! Tampil tenang menghadapi perlawanan sengit Thailand serta adaptif terhadap laju shuttlecock yang super kencang, Fajar/Fikri sukses mengamankan kemenangan dua gim langsung 21-17, 21-16. Tiket semifinal aman di tangan, saatnya fokus berburu podium tertinggi!

Fajar/Fikri Denmark Open 2026

Infografis

Terkini