Pesan Mensos ke Pengasuh Sekolah Rakyat: Jadi Teladan Siswa

Penulis: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:01 WIB
Pesan Mensos ke Pengasuh Sekolah Rakyat: Jadi Teladan Siswa
Mensos Gus Ipul memberikan arahan di hadapan 179 peserta Pelatihan Pengasuhan dan Pengelolaan Asrama Sekolah Rakyat se-Sumatera di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Sumatera Barat, Rabu (7/10/2026). [Kemensos]

astakom.com, Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan pentingnya peran wali asuh dan wali asrama sebagai pembimbing, teladan, sekaligus orang tua bagi siswa Sekolah Rakyat. Hal tersebut disampaikan Gus Ipul di hadapan 179 peserta Pelatihan Pengasuhan dan Pengelolaan Asrama Sekolah Rakyat se-Sumatera di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Sumatera Barat, Rabu (07/10/2026).

Sebagai sekolah berasrama (boarding school), keberhasilan Sekolah Rakyat menurut Gus Ipul tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga pendampingan karakter di asrama. Mengingat para siswa berasal dari latar belakang beragam—seperti anak putus sekolah hingga yang memiliki persoalan psikososial—wali asuh diminta bekerja dengan empati dan totalitas.

"Saudara-saudaralah yang bertemu setiap hari dengan siswa Sekolah Rakyat. Jadilah kompas moral, jadilah teladan, jadi pembimbing, jadi orang tua dari siswa-siswa yang sebagian punya masalah besar dan perlu bimbingan," ujar Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos.

Larangan 'dosa besar' pendidikan dan capaian siswa

Dalam arahannya, Mensos secara tegas menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat untuk mencegah tiga "dosa besar" di dunia pendidikan, yakni perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi. Pihaknya menyediakan mekanisme pelaporan terlindungi bagi siapa saja yang menemukan indikasi pelanggaran tersebut.

Gus Ipul juga sempat berbincang langsung di atas panggung dengan dua siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Padang, Muhammad Habib Munthe dan Erziza Febriani Chaniago. Kedua siswa dari keluarga kurang mampu tersebut mengaku kini lebih percaya diri, berprestasi, dan memiliki optimisme masa depan setelah mendapatkan pembinaan serta dukungan penuh dari guru dan pengasuh.

Hingga saat ini, program Sekolah Rakyat bentokan pemerintah telah menjangkau sekitar 44 ribu siswa yang tersebar di 182 titik di seluruh Indonesia. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway 

Gak cuma belajar di kelas, mental dan karakter juga di-upgrade! Arahan tegas Mensos Gus Ipul di Padang buktiin kalau Sekolah Rakyat gak sekadar ngasih fasilitas sekolah gratis, tapi juga fokus ke pembentukan karakter lewat pendampingan wali asrama yang empatik. Bebas bullying, anti-kekerasan, dan inklusif—modal penting banget buat 44 ribu anak Sekolah Rakyat se-Indonesia biar makin pede raih cita-cita!

Mensos Mensos Gus Ipul sekolah rakyat Pengasuh Sekolah Rakyat

Infografis

Terkini