Lebih dari 50 Rekor Dunia Jadi Bukti Kesuksesan Asian Games 2026 versi OCA

Penulis: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 6 Oktober 2026 | 03:08 WIB
Lebih dari 50 Rekor Dunia Jadi Bukti Kesuksesan Asian Games 2026 versi OCA
Rahmat Erwin Abdullah raih emas Asian Games 2026 di Nagoya pada Sabtu (26/9/2026) usai pecahkan dua rekor dunia angkat besi kelas 75 kg. [NOC/Naif Muhammad Al as]

astakom.com, Jakarta — Dewan Olimpiade Asia (OCA) secara tegas menilai penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung dengan sukses besar. Direktur Jenderal OCA, Husain Al-Musallam, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa para atlet di lapangan dengan mencetak lebih dari 50 rekor dunia menjadi bukti tak terbantahkan atas kualitas pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Al-Musallam jelang penutupan Asian Games 2026 pada Minggu (04/10/2026). Dikutip dari laman Bola.com, Al-Musallam memberikan pembelaan resmi setelah ajang empat tahunan ini diterpa berbagai kritik dan keluhan dari sejumlah kontingen peserta. Bagi OCA, kesuksesan teknis pertandingan dan performa para atlet adalah tolok ukur utama yang tidak bisa diganggu gugat.

Terciptanya hujan rekor dunia dan catatan evaluasi panitia

Sepanjang gelaran turnamen, lantai pertandingan di Aichi-Nagoya memang diwarnai aksi-aksi fenomenal. Lebih dari 50 rekor dunia berhasil dipecahkan dari berbagai cabang olahraga unggulan, seperti renang, menembak, hingga angkat besi. Al-Musallam menilai bahwa capaian spektakuler ini membuktikan bahwa panitia telah menyediakan kondisi serta fasilitas olahraga yang sangat mumpuni. Menurutnya, atlet tidak mungkin mengukir rekor dunia jika tidak mendapatkan waktu istirahat dan dukungan transportasi yang layak.

Meski demikian, ajang ini tidak lepas dari rentetan catatan keluhan nonteknis. Panitia lokal sempat disorot akibat insiden salah mengantar atlet ke venue pertandingan, hingga kesalahan fatal pemutaran lagu kebangsaan Korea Utara untuk tim hoki Korea Selatan. Selain itu, masalah antrean bandara yang mencapai enam jam, deretan kursi penonton yang kosong di beberapa laga, serta problem logistik melayani lebih dari 17.000 atlet dan ofisial juga menjadi bahan evaluasi serius.

Konsep akomodasi hemat biaya tanpa beban finansial

Salah satu terobosan paling mencolok dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 adalah keputusan panitia untuk tidak membangun Kampung Atlet (Wisma Atlet) demi menekan pembengkakan anggaran. Sebagai gantinya, para peserta ditempatkan secara tersebar di hotel, bangunan pondok kayu sementara, hingga kapal pesiar.

Kendati sempat memicu komplain dari beberapa kontingen terkait ukuran tempat tidur di pondok sementara yang dinilai terlalu pendek, Al-Musallam mengklaim mayoritas atlet tetap menyambut baik konsep tersebut. Ia bahkan menilai model akomodasi ini dapat menjadi standar baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk ajang-ajang besar mendatang.

"Kami senang melihat tidak ada beban keuangan bagi panitia penyelenggara dan tidak ada bangunan yang terbengkalai di Nagoya," pungkas Husain Al-Musallam. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway 

Angka beneran gak bisa bohong! Meskipun Asian Games 2026 sempat diwarnai drama blunder panitia—mulai dari lagu kebangsaan yang tertukar sampai tempat tidur pondok yang kesempitan—tapi raihan 50+ rekor dunia membuktikan kalau performa atlet tetap menyala di panggung utama. Ditambah lagi, konsep tanpa Kampung Atlet bikin ajang ini bebas dari skandal proyek bangunan mangkrak usai acara. Sebuah bukti kalau event olahraga raksasa tetap bisa sukses tanpa harus bikin anggaran negara boncos!

Asian Games 2026 Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Rekor Dunia

Infografis

Terkini