Kontingen Indonesia Dulang 5 Emas di Asian Games 2026, Cabor Unggulan Kian Menyala Menuju Olimpiade

Editor: Anri Syaiful
Senin, 5 Oktober 2026 | 00:15 WIB
Kontingen Indonesia Dulang 5 Emas di Asian Games 2026, Cabor Unggulan Kian Menyala Menuju Olimpiade
Atlet dan ofisial kontingen Indonesia mengikuti defile saat penutupan Asian Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Minggu (04/10/2026). [NOC Indonesia/Mochammad Rifqi Priyadiansah]

astakom.com, Jakarta – Kontingen Indonesia resmi merampungkan perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan catatan manis. Tim Merah Putih sukses memboyong total 39 medali—terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Capaian ini otomatis melampaui target awal pemerintah yang menargetkan 4 medali emas sebelum berangkat ke Jepang.

Spesialnya lagi, seluruh medali emas kali ini lahir dari cabang olahraga (cabor) yang masuk dalam daftar 21 cabor unggulan nasional. Sektor bulu tangkis menyumbang dua emas lewat tim beregu putra dan duet ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Tiga emas lainnya masing-masing disabet oleh Rahmat Erwin Abdullah (angkat besi), Desak Made Rita Kusuma Dewi (panjat tebing), serta Nurisa Dian Ashrifah (panahan).

Kemenangan Nurisa Dian di cabang panahan sekaligus mengukir tinta emas baru, mengingat ini adalah medali emas pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia pada cabor panahan di Asian Games.

Apresiasi Menpora untuk kerja kolektif ekosistem olahraga

Menanggapi hasil luar biasa ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi mendalam kepada para atlet, pelatih, ofisial, federasi cabor, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), hingga tim Chef de Mission (CdM).

“Saya ingin memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh atlet yang sudah berjuang membawa nama Indonesia dan berhasil membawa pulang medali. Kepada para pelatih, ofisial dan seluruh federasi yang menyiapkan tim dan memastikan proses pembinaan berjalan, juga kepada KOI dan seluruh jajaran CdM yang memastikan dukungan penuh agar kontingen bisa fokus bertanding, saya ucapkan terima kasih. Lima emas ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi hasil dari ekosistem olahraga yang bekerja bersama,” ujar Erick, dilansir laman Kemenpora, Minggu (04/10/2026).

Strategi berbasis data: Target realistis, bukan sekadar angka di kertas

Keberhasilan melampaui target emas menjadi bukti efektivitas pemetaan potensi atlet yang dilakukan secara terukur dan presisi. Pemerintah menekankan pentingnya transparansi serta perhitungan matang dalam menentukan sasaran prestasi.

“Kita datang dengan target empat emas, dan Alhamdulillah kita pulang dengan lima emas. Ini menunjukkan bahwa target yang kita tetapkan harus lahir dari pemetaan yang benar. Kita harus tahu cabang mana yang punya peluang, siapa atletnya, bagaimana performanya, bagaimana persiapannya, dan seberapa realistis target yang kita pasang. Jadi target bukan angka yang dibuat di atas kertas, tetapi angka yang punya dasar dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Menpora Erick.

Ke depan, pengiriman kontingen akan semakin selektif agar alokasi sumber daya negara benar-benar fokus pada nomor pertandingan dengan peluang medali paling tinggi.

“Kita tidak bisa lagi mengirim sebanyak-banyaknya tanpa melihat peta kekuatan. Kita harus semakin teliti menentukan siapa yang berangkat, di nomor apa kita bertanding, dan di mana peluang medalinya. Dengan begitu, target yang kita tetapkan juga terukur, persiapannya jelas, dan evaluasinya bisa dilakukan secara objektif,” tegasnya.

Fondasi cabor unggulan menuju panggung Olimpiade 2028

Keempat cabor penyumbang emas di Aichi-Nagoya—panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi—merupakan cabang resmi yang juga dipertandingkan di level Olimpiade. Hasil ini menjadi pijakan kuat untuk pembinaan jangka panjang.

“Lima emas kita datang dari cabang-cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade. Ini penting. Artinya, kita punya fondasi yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi harus kita bina secara konsisten, bukan hanya untuk SEA Games dan Asian Games, tetapi kita siapkan untuk bisa bersaing dan meraih medali di Olimpiade 2028,” imbuh Menpora Erick.

Evaluasi potensi cabor finalis dan langkah strategis selanjutnya

Selain cabor peraih emas, Kemenpora juga memberikan perhatian khusus pada cabor yang berhasil menembus partai final dan meraih perak, salah satunya voli pantai.

“Kita juga harus melihat cabang yang belum emas tetapi sudah mampu masuk final. Voli pantai salah satunya. Mereka sudah membuktikan bisa bersaing sampai pertandingan terakhir dan membawa pulang perak. Ini potensi yang harus kita lihat, kita pelajari, dan kita bina. Jangan sampai karena belum emas, kita langsung menganggap selesai. Justru dari hasil seperti ini kita bisa melihat cabang mana yang punya peluang untuk kita dorong lebih jauh ke level dunia,” ujar Erick.

Seluruh capaian di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ini akan segera dievaluasi secara menyeluruh bersama para pemangku kepentingan. Evaluasi tersebut bakal menjadi dasar perumusan strategi pembinaan atlet menghadapi kejuaraan multievent internasional mendatang, termasuk SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028. (aNs)

Gen Z Takeaway

Kontingen Indonesia fix menyala abis di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah berhasil melampaui target dengan memboyong total 39 medali—termasuk 5 emas dari cabor unggulan kayak bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, sampai sejarah baru di cabang panahan! Menpora Erick Thohir auto ngasih respect dan apresiasi tinggi buat seluruh ekosistem olahraga yang udah working together, sekaligus makin optimistis karena hasil clutch ini jadi modal awal yang legit buat pembinaan jangka panjang menuju Olimpiade 2028.

Asian Games 2026 Asian Games Aichi-Nagoya 2026 kemenpora Menpora Erick Thohir Olimpiade 2028

Infografis

Terkini