KLH Siap Hubungkan Energi dari Sampah Daerah dengan Industri Besar

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:00 WIB
KLH Siap Hubungkan Energi dari Sampah Daerah dengan Industri Besar
KLH Siap Hubungkan Energi dari Sampah Daerah dengan Industri Besar [Ilustrasi/Pexels]

astakom.com, Jakarta – Pengolahan sampah mulai diarahkan tidak hanya untuk mengurangi timbulan limbah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang bisa masuk ke kebutuhan industri. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan siap membantu mempertemukan daerah penghasil energi dari olahan sampah dengan industri berskala besar.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah ingin memastikan produk bahan bakar hasil pengolahan sampah memiliki pembeli yang jelas. Kepastian pasar dinilai penting agar pengelolaan sampah di daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pemerintah akan mendorong kalau ada kesulitan soal pembeli dan sebagainya, nanti kami akan coba komunikasi. Karena sebaliknya, dari pihak pembeli juga sudah menghubungi kami (KLH). Mereka mencari di mana ada produk-produk yang seperti ini, tolong diberitahu untuk bisa dia peroleh,” ujar Jumhur, dikutip astakom.com pada Minggu, (04/10/2026). 

Sampah jadi sumber energi alternatif

Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur setelah meninjau Pusat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Gema Santi di Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu silam (03/10/2026).

Menurut Jumhur, pemanfaatan bahan bakar dari hasil pengolahan sampah dapat menjadi salah satu opsi bagi industri yang membutuhkan energi dalam jumlah besar. Penggunaan produk tersebut juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan gas bumi.

Di sisi lain, produk energi yang dihasilkan daerah masih menghadapi tantangan pemasaran. Tidak semua pengelola sampah memiliki akses langsung ke industri yang membutuhkan bahan bakar alternatif.

Karena itu, KLH/BPLH membuka peluang untuk berperan sebagai penghubung rantai pasok antara daerah penghasil energi hijau berbasis sampah dan industri nasional.

Didorong untuk tekan emisi

Pemanfaatan hasil olahan sampah juga membawa agenda lain, yakni pengurangan emisi. Biomassa organik dari sampah dapat digunakan sebagai bagian dari upaya industri mengurangi pemakaian energi fosil.

Skema tersebut dinilai dapat mendukung sektor industri dalam mengejar target Net Zero Emission (NZE). Di saat yang sama, langkah pengurangan emisi berpotensi memperkuat daya saing dan kredibilitas perusahaan di pasar global.

Dengan pendekatan ini, pengelolaan sampah tidak berhenti pada persoalan lingkungan. Produk yang dihasilkan juga diarahkan masuk ke rantai ekonomi dan kebutuhan energi industri.

Gabungkan produksi agar lebih efisien

Persoalan jarak antara daerah penghasil energi dari sampah dan kawasan industri juga menjadi perhatian. Jumhur menilai faktor tersebut perlu dihitung menggunakan pendekatan bisnis agar biaya pengolahan dan distribusi tetap kompetitif.

Salah satu opsi yang dapat diterapkan adalah menggabungkan pengolahan sampah dari sejumlah kabupaten. Volume yang lebih besar dinilai dapat menekan biaya per unit sekaligus membuat produk lebih menarik bagi calon pembeli.

“Misal mengerjakan pengolahan sampah yang menghasilkan 1.000 ton dengan menghasilkan 100 ton bisa jadi tenaga kerja manusianya sama jumlahnya tapi hasilnya lebih banyak yang 1.000 ton. Artinya per unit, biaya yang dikeluarkan atau cost-nya lebih rendah. Biasanya orang bisnis akan berpandangan seperti itu,” jelas Menteri Jumhur.

Artinya, pengembangan energi dari sampah juga membutuhkan skala produksi yang cukup. Semakin besar volume yang bisa dikonsolidasikan, peluang efisiensi biaya menjadi semakin terbuka.

Klungkung diproyeksikan jadi contoh

KLH/BPLH berharap model pengelolaan sampah yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, pengelola, maupun industri sebagai pembeli.

Pengalaman di Klungkung juga ditargetkan menjadi salah satu model percontohan nasional. Harapannya, semakin banyak daerah yang dapat mengolah sampah menjadi energi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Sampah kini mulai dilihat dari sisi yang lebih luas. Bukan cuma persoalan yang harus dibuang, tetapi juga bisa diolah menjadi energi dan punya nilai ekonomi. Tantangannya tinggal memastikan produknya punya pasar, volumenya cukup, dan rantai distribusinya tetap masuk hitungan bisnis.

pengelolaan sampah Sampah KLH Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Menteri Lingkungan Hidup

Infografis

Terkini